ACC : 20 Kasus Korupsi Dihentikan Selama 2016

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
ACC Rilis 109 Kasus Mandek di Sulsel
ACC Rilis 109 Kasus Mandek di Sulsel

Online24, Makassar – Sepanjang periode Januari – Desember 2016 tercatat ada 20 kasus korupsi di Sulawesi yang dihentikan.

Data tersebut diperoleh dari Anti Coruption Comite (ACC) saat merilis Catatan Akhir Tahun (Catahu), Rabu (28/12/2016) di kantor ACC.

Direktur Riset dan Data ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi mengatakan bahwa Kejati Sulselbar menduduki peringkat pertama paling banyak menghentikan kasus.

“Kejaksaan Tinggi dalam catatan kami sepanjang tahun 2016 menghentikan 8 kasus yang berada pada tahap penyelidikan,” ujarnya.

Menurutnya, kasus yang dihentikan tersebut adalah kasus jembatan Tello, Bansos Bantaeng, Pelindo 4, Kasus Moko, Rekening Gendut Bupati Pinrang , PLT Luwu Timur, Terminal Kargo dan Kasus Bansos Sulsel.

“Untuk kasus Bantaeng itu Kejati Sulselbar, sudah pernah memeriksa pejabat teras kabupaten Bantaeng. Tetapi pada akhirnya dihentikan,” ujarnya.

Lebih rinci, ia menguraikan jika Kejari Makassar menghentikan 6 kasus dalam tahap penyelidikan diantaranya kasus Labuang Baji, Pulau Kayangan, Ipal Laikang, Gendang dua, dan, Puskesmas Bangkala.

Sementara Kejari Pare-Pare, mengentikan tiga kasus diantaranya Sapi bunting, pengadaan lapak gerobak, dan lampu jalan.

Sedangkan untuk Kejari Bulukumba, Watampone, dan Enrekang masing-masing menghentikan satu kasus.

Wiwin menambahkan, dalam kasus yang dihentikan ada beberapa kasus yang sudah ada tersangkanya.

“Seperti kasus pengadaan lampu jalan di Pare-pare, sudah ada tersangkanya namun pada akhirnya dihentikan juga,” pungkasnya.

Tak hanya merilis data kasus korupsi yang mandek dan dihentikan, dalam kesempatan yang sama ACC juga merilis tracking hakim tentang putusan kasus korupsi.(*)