Permanenkan Panwaslu di Kabupaten/ Kota Dinilai Hanya Buang Anggaran

Editor : ifan Ahmad

Online24, Jakarta – Rencana pemerintah membuat lembaga panwaslu permanen di kabupaten/ kota yang diatur dalam draft RUU penyelenggaran pemilu dinilai hanyalah membuang-buang anggaran.

Hal ini dilontarkan oleh anggota Pansus RUU Pemilu dari F-PPP Achmad Baidowi alias Awiek, di Jakarta, Senin (2/1).

Ia mengatakan, rencana mempermanenkan panwaslu hanyalah buang-buang anggaran. Jika dihitung, jumlah kabupaten/kota se-Indonesia sebanyak 524.

“Jika jumlah panwaslu tiap kabupaten/kota sebanyak 3 orang, maka dibutuhkan 1.572 personel panwaslu yang digaji tiap bulan selama lima tahun tidak terputus. Belum lagi kantor sekretariat maupun honor pegawai yang tentu saja menyedot anggaran negara,” imbuhnya.

Sementara sepanjang hari di luar momen tersebut, kata dia nyaris tidak ada tugas yang berkaitan dengan panwaslu. jika pun ada persoalan pemilu, bukankah sudah ada bawaslu provinsi yang sudah permanen.

“Kami belum melihat urgensi untuk mempermanenkan panwaslu kabupaten/kota. Sebab, fungsi panwaslu hanya dibutuhkan ketika pemilu maupun pilkada,” ujarnya.

“Selama hampir lima tahun dibentuk, Bawaslu provinsi pun tidak setiap hari bekerja,” tandas dia. (*)