Survey CRC: Bur-Nojeng Berpeluang Besar Oppo

Editor : ifan Ahmad

Burhanuddin Baharuddin - Natsir Ibrahim
Burhanuddin Baharuddin - Natsir Ibrahim
Online24, Makassar – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Takalar sudah semakin dekat. Tersisa waktu kurang lebih satu setengah bulan lagi. Tepatnya, pemilihan kepemimpinan akan dilangsungkan 15 Februari 2017 tahun ini. Hanya ada dua pasangan calon yang akan berebut memenangkan hati pemilih di Takalar. Petahana Burhanuddin Baharuddin yang berpasangan kembali dengan wakilnya M. Natsir Ibrahim, akan vis a vis dengan seteru lamanya, Syamsari Kitta yang kali ini mengambil H. Ahmad Dg Se’re sebagai pasangannya.
Banyak spekulasi berseliweran dalam wacana dugaan siapa kiranya yang akan keluar sebagai pemenang di 15 Februari nanti. Apakah Bur-Nojeng Jilid II akan dijungkalkan oleh SK-HD, atau pasangan petahana akan kembali memimpin Takalar lima tahun ke depan?
Celebes Research Center (CRC) melansir data temuannya terkait preferensi pemilih di Takalar menjelang pilkada pertengahan bulan depan nanti. Data yang digali pada akhir November 2016 tersebut, menunjukkan jika Burhanuddin Baharuddin dan Natsir Ibrahim berpeluang besar terpilih kembali.
“Berdasarkan temuan di lapangan, kami optimis Bur-Nojeng II akan memenangkan pilkada Takalar 15 Februari nanti. Setidaknya, ada dua pijakan utama yang menjadi alasan dari optimisme tersebut,” ungkap Herman Heizer, Direktur Eksekutif CRC.
Pijakan pertama, sebut Herman, adalah karena melihat alasan-alasan pemilih dalam menentukan pilihannya pada para calon.
Dari sekian banyak alasan, ada empat alasan utama yang mendapat porsi persentase cukup signifikan di hati masyarakat pemilih Takalar.
“Terbukti kinerjanya menjadi alasan mayoritas pemilih (sebesar 33,9%). Dari jumlah persentase tersebut, sebanyak 98,4% memilih Burhanuddin Baharuddin. Sisanya, sebanyak 1,6% dialamatkan kepada Syamsari Kitta,” sebut Herman.
Alasan kedua pemilih, mereka melihat aspek figur yang membawa harapan baru. Dari aspek tersebut, sebanyak 10,7% porsi pemilih yang menjadikanya sebagai alasan. Syamsari Kitta mendapatkan 82,1% dari jumlah total presentase kelompok pemilih tersebut. Sisanya, 17,9% ditujukan pada Burhanuddin Baharuddin.
Postur kelompok pemilih ketiga yang mendasari pilihannya adalah mereka yang menjadikan aspek figur sederhana (merakyat), sebesar 10,2%. Dari besaran presentase pemilih itu, dukungan terbagi relatif merata. Burhanuddin mendapat 43,2%, dan Syamsari Kitta 48, 6%. Sisanya terdistribusi pada Natsir Ibrahim dan Ahmad Dg Se’re.
“Sedangkan alasan-alasan lain yang jadi pertimbangan pemilih, besarannya di bawah 4% semua dan relatif merata terdistribusi,” jelasnya.
Dasar yang kedua, menurut Herman, adalah klasifikasi sifat dukungan pemilih. Sifat kelompok pemilih ini terbagi tiga. Pertama pemilih militan (strong voters), kedua pemilih labil (swing voters) dan ketiga pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters).
“Pemilih militan di Takalar sekarang sebesar 67,6%. Basis pemilih militan (strong voters) Pak Burhanuddin relatif sangat besar dari persentase tersebut, yakni sebesar 38, 5%. Sedangkan Pak Syamsari punya pemilih militan sebesar 21,5%. Sisanya terbagi ke Pak Ibrahim Natsir dan H. Ahmad Dg Se’re,” jelas Herman.
Atas dasar tersebutlah, Herman meyakini optimisme bahwa pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim akan kembali terpilih pada pilkada serentak Februari 2017 nanti.
“Saya menaruh optimisme pada pasangan Bur-Nojeng II akan memenangkan pilkada Februari nanti,” tandasnya. (*)