Jual Perhiasan di Palopo, WNA Ilegal Diamankan Imigrasi Parepare

Reporter :
Editor : Fahmi
Warga negara asing (WNA) asal Cina, Huang Huaying (51), saat diamankan Imigrasi Parepare
Warga negara asing (WNA) asal Cina, Huang Huaying (51), saat diamankan Imigrasi Parepare

Online24, Parepare – Imigrasi kota Parepare mengamankan seorang perempuan warga negara asing (WNA) asal Cina, bernama Huang Huaying (51).

kepala Imigrasi II Kota Parepare, Heykel menjelaskan kronologis penangkapan, sejak hari Minggu (8/1/2017) lalu, beredar informasi dari masyarakat terkait adanya warga keturunan Cina menjual perhiasan, sehingga kantor Imigrasi kelas III Palopo langsung mengecek ke lokasi pasar Sentral Palopo.

Petugas Imigrasi Parepare menunjukkan surat identitas WNA ilegal
Petugas Imigrasi Parepare menunjukkan surat identitas WNA ilegal

Petugas Imigrasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap WNA itu, dan ditemukan bersangkutan melakukan pelanggaran administrasi keimigrasian. WNA itu hanya memegang izin tinggal kunjungan Visa B-211 nomor reg. 2A1216A-8315K.

WNA tersebut pun digiring ke kantor Imigrasi III Palopo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun karena perangkat E-Office yang ada di kantor Imigrasi III Palopo belum terpasang, maka diserahkan ke kantor Imigrasi II kota Parepare untuk ditangani dan diproses lebih lanjut berupa pendeportasian By Sistem.

WNA asal Cina ini melanggar Undang-undang No 6 Tahun 2011 pasal 75 tentang keimigrasian.

“Kami akan berangkatkan menuju ke Jakarta dan diserahkan ke pemerintah pusat untuk dideportasi dari wilayah Indonesia,” urai kepala Imigrasi II Kota Parepare, Heykel kepada wartawan saat jumpa pers, Rabu (11/1/2017).

Perhiasan emas sebagai barang bukti
Perhiasan emas sebagai barang bukti

Mengenai adanya WNA asal Cina diwilayah kerja Imigrasi Parepare, sekitar 53 orang yang bekerja di tujuh perusahaan di wilayah Ajatappareng, “mereka 53 itu dokumennya resmi, dia datang kesini bekerja, dan mengurus surat-suratnya di kantor karena sudah habis masa waktunya,” katanya.

Mereka yang jumlahnya 53 orang asal Cina itu tersebar bekerja di tujuh perusahan yang ada wilayah kerja keimigrasian Parepare.