Sidak Cabai, KPPU Ancam Tindak Tegas Oknum Penimbun

Reporter :
Editor : Fahmi
Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal (kiri) bersama Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat (tengah) dan Kepala KPPU Sulsel, Ramli Simanjuntak (kanan) berbincang dengan salah seorang pedagang saat melakukan sidak di Pasar Pa' Baeng Baeng, Makassar, Rabu (11/1/2017) lalu.
Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal (kiri) bersama Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat (tengah) dan Kepala KPPU Sulsel, Ramli Simanjuntak (kanan) berbincang dengan salah seorang pedagang saat melakukan sidak di Pasar Pa' Baeng Baeng, Makassar, Rabu (11/1/2017) lalu.

Online24, Makassar – Kepala Kantor Perwakilan Daerah Komisi Pengawas Peesaingan Usaha (KPPU) Makassar, Ramli Simanjuntak bersama Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rijal dan Kepala Bank Indonesia Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat melakukan sidak harga cabai di Pasar Pa’baeng-baeng, Rabu (11/1/2017).

Salah satu pedagang sembako di Pasar Pabaeng-baeng, Ita kepada ketiga perwakilan institusi pemerintahan ini mengaku tingginya harga cabai rawit membuat omset jualannya perhari menurun.

“Sebelum harga naik dari Rp 30 ribu ke Rp 80 ribu, biasanya habis 20 kg. Tapi setelah harga naik, sehari permintaan cabai rawit masyarakat hanya 10 kg sehari,” ujarnya.

Menanggapi keluhan maayarakat akhir-akhir ini, Daeng Ical sapaan Syamsu Rijal mengatakan, pihak pemerintah menggelar sidak untuk memastikan ketinggian harganya sesuai aturan dan tidak ada penimbunan stok.

“Jangan sampai stok Sulsel dilempar semua ke daerah Jawa yang nilai ekonominya tinggi. Kita juga dari Pemkot Makassar lagi giat-giatnya menanam cabai di lorong-lorong untuk memberikan kontribusi. Semua cara kita juga lakukan, tapi yang paling utama adalah memastikan tidak ada cabe yang ditimbun,” ujar Daeng Ical.

Sementara itu, Ramli menegaskan jika menemukan pedagang besar yang dengan sengaja melakukan penimbunan untuk mendapatkan keuntungan berlipat, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

“Kalau ada yang melakukan penimbunan, yah langsung kami penyelidikan, langsung ambil barangnya, gelar perkaranya kita panggil langsung ke kantor kita buktikan yang anda bilang bahwa penimbunan menyebabkan kenaikan harga,” kata Ramli.

Data dari Staf Dinas Perdagangan dan Industri Dalam Negeri (Disperindag) Sulsel, Siti Tadiah, harga pertanggal 11 Januari 2017, cabai kecil berada dikisaran Rp 70 ribu, cabai besar biasa Rp 20 ribu dan cabai besar Rp 30 ribu.