Karutan Enrekang Terapkan “Sabtu Keramat” Bagi Warga Binaannya

Editor : Fahmi
Serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Enrekang dari Abdul Waris A.Md.IP.SH.MH kepada Tubagus M.Chaidir.A.Md.IP.SH.MH di Rutan Kelas II B Enrekang
Serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Enrekang dari Abdul Waris A.Md.IP.SH.MH kepada Tubagus M.Chaidir.A.Md.IP.SH.MH di Rutan Kelas II B Enrekang

Online24, Enrekang – Serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Enrekang dari Abdul Waris kepada Tubagus M.Chaidir di Rutan Kelas II B Enrekang, Rabu (11/1-2017).

Kalapas Enrekang yang lama Abdul Waris pindah tugas ke Rutan Malino, Sungguminasa, Gowa, digantikan oleh Tubagus M.Chaidir yang sebelumnya menjabat Kalapas Narkotika Bolangi, Sungguminasa.

Dalam sambutannya, Abdul Waris mengatakan, selama 7 bulan menjabat ia telah menerapkan beberapa aturan diantaranya Sabtu keramat, senam kebugaran dengan melibatkan instruktur dari Dinas Kesehatan dan zero HP, Pungli dan Narkoba (Halinar).

Kepada petugas Rutan Enrekang, Abdul Waris mengucapkan terima kasihnya atas segala dukungannya selama ini. Meski jumlah personil yang minim, pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Penerapan disiplin betul-betul diterapkan di Rutan Enrekang.

“Tidak ada satupun petugas Rutan Enrekang yg bermain-main dengan HP, Pungli dan Narkoba. Tadak ada perpindahan warga binaan keluar karena kecintaannya kepada warga binaan sekalipun ada yang warga binaan yang membandel tetap dilakukan pembinaan dengan baik,” ungkapnya.

Sabtu keramat merupakan ide atau gagasan dari Karutan Enrekang dalam melakukan pembinaan terhadap warga binaan di Rutan Kelas II B Enrekang. Petugas Rutan Enrekang, Sain menuturkan, Sabtu keramat sangat ditakuti oleh warga binaan Rutan Enrekang.

Menurutnya Sabtu keramat itu adalah salah satu inovasi dalam membina warga binaan di Rutan Enrekang.

“Setiap hari Sabtu di Rutan Enrekang dilaksanakan kegiatan hafalan bacaan gerakan shalat dan surah-surah pendek. Setiap warga binaan Rutan Enrekang di wajibkan untuk menghafalal bacaan gerakan shalat mulai dari awal hingga akhir shalat setelah itu menghafal surah-surah pendek secara bertahap,” ujarnya.

“Bagi warga binaan yang mendapat giliran untuk melakukan hafalan wajib untuk tahu bacaan gerakan shalat dari awal hingga akhir. Setelah menghafal bacaan gerakan shalat kemudian melangkah pada surah-surah pendek. Bagi yang mendapat giliran tidak menghafal diberikan sangsi hukuman fisik berupa push up dan bagi warga binaan yang berhasil menghafal akan diberikan hadiah berupa makanan ringan,” lanjutnya.

“Hadiah diberikan untuk memberikan apresiasi dan motivasi bagi mereka yang telah berhasil menghafal bacaan gerakan shalat dan surah-surah pendek. Ini sangat berdampak pada warga binaan Rutan Enrekang setelah dilakukan pembinaan tersebut yang tadinya tidak tau akhirnya menjadi tahu. Ini semua tentunya kembali kepada warga binaan Rutan itu sendiri toh mereka dapat beribadah dengan baik dan benar,” pungkasnya.

[fbcomments]