Bupati Jeneponto Jadi Saksi Sidang Kasus Dugaan Korupsi Dana Aspirasi

Bupati Jeneponto, Ikhsan Iskandar menjawab pertanyaan Majelis Hakim
Bupati Jeneponto, Ikhsan Iskandar menjawab pertanyaan Majelis Hakim
© Ubay

Online24, Makassar – Pengadilan Negeri Makasar kembali menggelar sidang dugaan kasus dana aspirasi Jeneponto dengan terdakwa legislator DPRD Jeneponto, Burhanuddin.

Kali ini agenda sidang mendengarkan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdulah. JPU menghadirkan empat orang saksi, diantaranya Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Kasi Perencanaan Tata Ruang kabupaten Jeneponto, Irianti, Staf TU, Ahmad Wildan, dan PNS di lingkup Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jeneponto, Amirudin.

Dalam persidangan, Bupati Jeneponto dicecar berbagai pertanyaan terkait saat ia masih menjabat sebagai Sekda dan koordinator tim anggaran pada penyusunan RAPBD tahun anggaran 2013.

Dalam persidangan tersebut Majelis Hakim yang dipimpin oleh Muhamad Damish, memberikan pertanyaan apakah ada keterlambatan pengesahan APBD kabupaten Jeneponto tahun anggaran 2013. Ikhsan mengakui bahwa APBD terlambat disahkan.

APBD harusnya disahkan pada tanggal 30 Desember 2012, namun APBD tersebut disahkan pada Juni 2013. Iksan mengakui molornya penyerahan tersebut diakui karena adanya tarik menarik kepentingan dewan melalui program aspirasi Jeneponto yang enggan diakomodir Pemkab Jeneponto saat itu.

Diakuinya, keterlambatan pengesahan APBD tersebut berdampak merugikan karena anggaran dari pusat sempat tertahan dan program pembangunan tidak bisa dilaksanakan.

Hingga saat ini, sidang masih berlangsung di ruang sidang utama PN Makassar.