Bupati Jeneponto : Saya Tak “Dipakai” Saat Jadi Koordinator Tim Anggaran

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengaku jarang diikutikan dalam pembahasan anggaran saat dirinya ditunjuk menjadi koordinator Tahun 2013 lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Iksan saat menjadi saksi sidang kasus korupsi dana aspirasi Kabupaten Jeneponto atas terdakwa Burhanuddin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (11/1/2017).

“Saat itu saya tidak terlalu difungsikan, dan pada saat itu juga saya sedang mencalonkan diri menjadi Bupati. Jadi aroma politik disitu kental,” ujarnya.

Iksan juga mengaku tidak mengetahui adanya tambahan dana aspirasi senilai Rp 27 Milyar yang ditulis tangan oleh Sekwan DPRD Jeneponto.

“Saya tidak tahu menahu adanya sisipan. Saya tidak pernah lihat sisipan tulisan tersebut, baik dalam pemeriksaan maupun sebelumnya,”ujarnya.

Dalam sidang terungkap, bahwa ada keterlambatan pengesahan APBD tahun anggaran 2013.

Iksan menambahkan, keterlambatan tersebut karena adanya tarik ulur anggaran yang tidak diakomodir. Akibatnya, masalah tersebut merugikan karena anggaran dari pusat sempat tertahan dan program pembangunan tidak bisa dilaksanakan.(*)