Bunuh Selingkuhan Istrinya, Muhlis Divonis 7 Tahun Penjara

Keluarga korban dan terdakwa saling akrab di sela-sela sidang putusan Pengadilan Negeri Parepare, Kamis (12/1/2017).
Keluarga korban dan terdakwa saling akrab di sela-sela sidang putusan Pengadilan Negeri Parepare, Kamis (12/1/2017).
© Samir/Online24

Online24, Parepare -Majelis hakim yang diketuai Ariani Ambar didampingi dua hakim anggota, Novan Hidayat dan Andika Batar, menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara kepada Muhlias Abdul Latif di Pengadilan Negeri Parepare, Kamis (12/1/2017) sore.

Vonis 7 tahun penjara ini lebih rendah dari pada tuntutan jaksa yaitu 10 tahun atas perbuatan terdakwa menghabisi nyawa korban, Abbas alias Lebbae. Muhlis menghabisi nyawa Abbas setelah  kedapatan selingkuh dengna istrinya.

“Apakah Saudara terdakwa Muhlis menerima putusan ini atau pikir-pikir?” tanya Ketua Majelis Hakim.

Soal langkah selanjutnya, Muhlis menyerahkan langsung kedua pengacaranya, Muhammad HY Rendi dan dan Samiruddin.¬† “Kami piker-pikir dulu,” jawab Rendi kepada majelis hakim.

Jaksa penuntut umum (JPU), Irwan, juga menyatakan masih pikir-pikir mengenai keputusan majelis hakim itu. Karena itu, majelis hakim memberikan tujuh hari senggang waktu menentukan hak bagi terdakwa.

Usai sidang, keluarga korban, termasuk istri korban, dan keluarga terdakwa menerima putusan majelis hakim. Bahkan kedua keluarga korban dan terdakwa saling siliaturahim dan minta masalah ini cukup dipengadilan tanpa ada dendam kedua belah pihak.

Sesuai pantauan wartawan di lokasi persidangan, ternyata kedua keluarga korban menyesalkan peristiwa ini. Ini menjadi pelajaran, baik keluarga korban maupun terdakwa yang telah menganggu istri terdakwa selama ini, sehingga nyawa korban Lebbae (40) melayang diujung badik terdakwa Muhlis karena siri’.

Rendi selaku pengacara terdakwa, Muhlis, mengatakan bahwa putusan yang diberikan oleh majelis hakim sudah sewajarnya, karena menghilangkan nyawa orang lain. Tetapi itu terjadi karena siri’ dimana istri terdakwa diganggu almarhum Abbas alias Lebbae.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan 2016 usai Salat Magrib di lokasi BTN Pepabri, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Saat itu terdakwa melihat istrinya bersama korban Lebbae diteras. Saat itu ada juga Jumiati yang merupakan saudara istrinya atau kakak ipar terdakwa. Karena cemburu, terdakwa langsung menghabisi nyawa korban.

Sebelum dihabisi, terdakwa bertanya, “Lemmusa nyawamu cappo yang artinya “teganya hatimu saudara (telah menganggu istriku).”(*)