Mahasiswa Psikologi Unibos Belajar Jadi Pengajar

Editor : Lucky
Dekan Prodi Psikologi, Musawwir, memberikan materi cara mengajar kepada mahasiswa Unibos

Online24, Makassar – Islamic Physicology Bosowa (IPB) Unibos gelar pelatihan mengajar di Ruang Kuliah Lantai 2 Kampus I Universitas Bosowa (Unibos), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, kemarin sore.

Kegiatan ini untuk mengajak mahasiswa yang memiliki minat menjadi pengajar agar memahami teknik mengajar yang lebih baik sebelum mengaplikasikan hal tersebut di lingkup luar. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini termasuk para anggota IPB Unibos juga beberapa mahasiswa Fakultas Psikologi Unibos yang memiliki minat yang sama.

Pelatihan ini mengangkat tema “Training Teaching For Teacher” yang dibawakan oleh Musawwir selaku Ketua Program Studi Psikologi. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diarahkan agar mampu memahami paradigma belajar dan mengajar. Menurut Musawwir, terdapat beberapa hal penting yang harus dipahami sebelum menjadi seorang pengajar.

“Kita perlu menerawang ke diri kita sendiri selama masa sekolah untuk belajar memahami mereka yang kini berada di posisi kita dulu. Selain menjadi pengajar, kita juga harus mampu membantu siswa untuk memahami hakikat belajar, salah satunya dengan memberikan pendekatan yang lebih mudah pada siswa,” katanya.

“Seperti belajar bukan hanya menjadi pembicara tetapi juga menjadi pendengar bagi siswa layaknya seorang teman. Ini akan memudahkan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan berpendapat dari siswa,” tambah Musawwir.

Ketua Prodi sekaligus Dosen di Fakultas Psikologi Unibos ini juga menambahkan jika yang penting untuk membantu siswa memahami hakikat belajar itu dengan mengenal karakter anak sebelum menentukan teknik untuk mengajarnya. “Sebab setiap anak memiliki karakter yang berbeda dan salah satu cara memahaminya dengan berinteraksi menjadi seorang yang lebih dekat,” tambahnya.

Dalam pembicaraan pada training tersebut, dosen yang kerap disapa Pak Awi ini juga mengajak para mahasiswa untuk terus berbagi ilmu, termasuk memberikan informasi bagi orang lain yang membutuhkan. Dengan cara seperti ini, menurutnya seorang pengajar mampu lebih mudah mengasah dan menguasai pengetahuan yang dimilikinya.(*)