Anggota DPRD dan Tokoh Ormas di Luwu Kecam Pembunuhan Sadis Tehadap Rafikah

Reporter :
Editor : Endhy
Warga menyambut jenazah Rafika Hasanuddin di Bajo, Luwu, Selasa (17/1/2017)  malam. Rifka menjadi korban pembunuhan di Gowa,
Warga menyambut jenazah Rafika Hasanuddin di Bajo, Luwu, Selasa (17/1/2017) malam. Rifka menjadi korban pembunuhan di Gowa,

Online24, Belopa – Nasib malang yang menimpa perempuan asal Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Rafika Hasanuddin, dimana ia ditemukan tewas mengenaskan di perumahan Jalan Manggarupi Sungguminasa, Kabupaten Gowa dikecam anggota DPRD Luwu dan sejumlah ormas di Kabupaten Luwu.

Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar Kabupaten Luwu, Yamin Annas, kepada onlne24jam,  Selasa (17/1/2017) mengungkapkan, pihaknya menyesalkan dan mengecam keras pembunuhan yang dialami warga Kabupaten Luwu, almarhumah Rafika Hasanuddin, gadis cantik alumni mahasiswi Universitas Indonesia Timur (UIT).

“Kami sangat mengecam pembunuhan sadis yang tidak berperikemanusiaan ini. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat kabupaten Luwu, kami sangat berduka dan ikut prihatin atas tragedi yang menimpa almarhumah,” ungkap Yamin Annas.

Yamin Annas mengatakan, atas tragedi yang menimpa warga Kabupaten Luwu ini, pihaknya meminta aparat kepolisian Polres Gowa dan Polda Sulsel untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.

“Kami berharap polisi dapat bertindak cepat untuk mengusut tuntas kasus ini agar pelaku pembunuhan segera ditangkap, sebab dengan kejadian ini jelas membuat was-was masyarakat Kabupaten Luwu yang putra putrinya menuntut ilmu di Ibukota Makassar,” katanya lagi.

Hal senada juga diungkapkan Kordinator Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL) Kabupaten Luwu, Ismail Ishak. Ia juga menyayangkan peristiwa tragis ini dan meminta Kapolda Sulsel dan Kapolres Gowa untuk segera mengusut tuntas dan menangkap secepatnya oknum pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Anggota DPRD Luwu, Yamin Annas dan Kordinator FP2KEL Ismail Ishak, yang merupakan mantan Ketua Umum PP IPMIL periode 2005-2007 ini juga meminta agar mahasiswa IPMIL di Makassar dapat mengawal pengusutan kasus ini, yang saat ini tengah diselidiki aparat penegak hukum. Bahkan keduanya meminta agar mahasiswa IPMIL dapat membantu kepolisian untuk mempercepat pengungkapan kasus ini.

Untuk diketahui, almarhumah Rafika Hasanuddin ditemukan pada Senin sore (16/1) di rumahnya Perumahan Yusuf Bauti Sungguminasa Gowa dengan kondisi tidak bernyawa dan amat mengenaskan, dimana jasad korban terkapar didalam rumah antara pintu kamar mandi dan kamar tidur. Kondisi jasad ditemukan dengan kondisi kepala yang berceceran darah dan terdapat luka terbuka dibagian leher. Hingga saat ini kepolisian belum mengetahui motif pembunuhan sadis tersebut.