Ngaku Miliki Benda Pusaka, Wanita Ini Tipu Warga Lae-Lae Hingga Puluhan Juta Rupiah

Editor : Fahmi
Pelaku penipuan di RS
Pelaku penipuan di RS

Online24, Makassar – Maksud hati ingin meraup harta lebih, Nur Eni (31) warga Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar harus merelakan uangnya sebesar puluhan juta rupiah raib diambil seorang wanita yang belum lama dikenalnya.

Nur Eni menjadi salah satu korban penipuan seorang wanita yang bernama Raisa (41), warga Kota Makassar yang mengaku memiliki benda pusaka dari leluhur.

Penipuan tersebut berawal saat pelaku datang ke Pulau Lae-Lae untuk melakukan ziarah kubur di Makam Tua tidak jauh dari rumah korban. Kepada korban, pelaku mengaku ziarah yang dilakukannya untuk mendapatkan harta leluhurnya. Lantaran percaya dengan pengakuan pelaku, pada suatu malam korban akhirnya dibawa ke Kabupaten Maros untuk memperlihatkan benda pusaka yang diakuinya berasal dari leluhurnya.

Benda pusaka tersebut rencananya akan diserahkan kepada korban, hanya jika korban memenuhi syarat dari pelaku yaitu mahar berupa uanh tunai yang harus diserahkan korban kepada pelaku secara bertahap.

Tergiur dengan iming-iming pelaku, korban akhirnya menyepakati permintaan pelaku berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta yang akan digunakan untuk membeli dua ekor kambing, 12 macam sesajen. Dari uang sebesar Rp 5 juta pelaku memberikan dua batang emas dan tujuh buah berlian yang diakui pelaku semuanya adalah asli.

Korban semakin tergiur dengan kemewahan yang ditawarkan pelaku, sehingga dihari berikutnya korban kembali memberikan uang tunai sebesar Rp 21 juta 800 ribu untuk membeli satu ekor sapi, dari mahar tersebut pelaku kembali memberikan satu batang emas ukuran besar, tiga buah berlian, satu buah gelang dan tiga buah keris.

Semakin hari, korban memberikan pelaku dengan jumlah yang lebih besar, lantaran berharap imbalan yang lebih besar. Uang tunai sebesar Rp 22 juta 600 ribu diberikan kepada pelaku untuk dibelikan Sapi Buleng dan perlengkapan pakaian manusia. Dari uang tersebut korban kembali mendapat imbalan berupa dua batang emas ukuran kecil, satu buah gelang, dan delapan biji uang koin emas. Dan terakhir, korban memberikan uang tunai sebesar Rp 24 juta 200 ribu untuk beli sapi buleng dan prlngkpn pakaian manusia.

Namun sayang, usai memenuhi segala permintaan pelaku, wanita tersebut pergi meninggalkan korban. Usai ditinggal pelaku, korban menaruh curiga terhadap benda pusaka yang diberikan pelaku yang diduga palsu. Korbanpun akhirnya memeriksa keaslian benda tersebut.

“Benda yang diberikan pelaku ternyata palsu sehingga korban melaporkan kasus penipuan tersebut kepada polisi. Pelaku berhasil membawa kabur hasil kejahatannya sebesar Rp 73.600.000 yang digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Kapolsek Panakkukang, AKP Ananda Harahap, Jumat (17/1/2017).

Setelah melaporkan tindak penipuan yang dialaminya, korban mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang dirawt disalah satu Rumah Sakit di Kota Makassar.

“Senin kemarin (23/1/2017), korban melaporkan tindak penipuan yang dialaminya. Dihari yang sama, korban mendapat informasi bahwa pelaku ada di RS, petugas kepolisian akhirnya mengecek dan benar pelaku ada di RS yang di maksud,” lanjutnya.

Setelah dinyatakan sehat dan bisa keluar dari RS, polisi akhirnya menangkap pelaku, Kamis (26/1/2017).

“Pelaku kita tangkap dan dia mengakui perbuatannya, tapi pelaku kita jadikan tahanan rumahan karena keadaan pelaku yang masih belum stabil,” tutupnya.