Donald Trump Resmi Keluarkan Kebijakan Pembatasan Imigran dan Pengungsi dari Negara Mayoritas Muslim

Editor : Endhy

Online24, Washington DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akhirnya resmi mengeluarkan kebijakan yang membatasi masuknya imigran dan pengungsi dari sejumlah negara berpenduduk mayoritas muslim.

Keputusan itu diresmikan usai Trump menandatangani perintah pembatasan pada Jumat (27/1/2017) waktu setempat, seperti dilansir Reuters. Trump menekankan pihaknya akan memberikan status pengungsi prioritas terhadap warga Syria beragama Kristen, yang menyelamatkan diri dari perang di negaranya.

“Saya menetapkan langkah-langkah untuk menjaga agar teroris Islam radikal tidak masuk ke AS,” ujar dia.

Presiden AS ke-45 itu menyatakan, Pemerintah AS hanya akan menerima orang-orang yang bakal mendukung AS dan mencintai masyarakat AS. Selain itu, dalam wawancara sebelumnya dengan Christian Broadcasting Network, Trump menerangkan, hampir mungkin bagi warga Kristen Syria untuk masuk ke AS, karena sangat banyak dari mereka yang dianiaya di negara asalnya.

Kebijakan yang dikeluarkan Trump menuai berbagai opini terkait konstitusi AS. Mantan kepala konsultasi di Badan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, Stephen Legomsky menuturkan bahwa prioritas terhadap satu agama tertentu bisa dipandang tidak konstitusional.

“Kalau hanya memikirkan pengecualian, hampir di semua konteks hukum diskriminasi terhadap satu agama tertentu dan mengedepankan agama lainnya bisa melanggar konstitusi,” tegasnya.

Namun, profesor di Temple University Beasley School of Law, Peter Spiro mengatakan, kebijakan tersebut dapat dianggap sebagai sesuatu yang konstitusional. Alasannya, presiden dan Kongres diperbolehkan mengambil langkah-langkah tertentu ketika memutuskan hal-hal yang terkait pengungsi.

“Kebijakan itu sepenuhnya masuk akal karena warga Kristen Syria banyak yang dianaya,” ucap Prof Peter Spiro. (*)