Teken MoU Dengan PoG dan JPB, Pelindo IV Harap Sinergitas Semakin Meningkat

Reporter :
Editor : Lucky

Online24, Makassar – PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dengan Ghent Port Company (PoG) mengenai Pengembangan Pelabuhan dan Kerjasama Perdagangan di Indonesia Timur. Nota kesepahaman tersebut masing-masing ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung, bersama Managing Director Ghent Port Company, D Schalk, di Ambon, Rabu (8/2/2017).

Dengan adanya kerjasama tersebut, kedua belah pihak berharap kedua berkeinginan untuk mengembangkan kerjasama dalam pengembangan pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo IV. Serta dapat mengembangkan sumber daya manusia di pelabuhan dan kemungkinan untuk melakukan perdagangan, terutama perdagangan mengenai hasil pertanian dalam bentuk curah seperti minyak kelapa, kayu dan lain-lain, antara pelabuhan di Indonesia Timur dan Pelabuhan Ghent.

“Mou ini berlaku selama 1 tahun. Kami secara bersama bersama-sama akan menyusun rencana kerjasama untuk menciptakan sinergi bisnis. Kami juga akan saling bertukar perkembangan dan peluang bisnis ekonomis dan strategis yang relevan bagi kedua perusahaan,” ujar Doso Agung.

Lebih jauh, MoU ini bertujuan antara lain untuk saling bekerja sama dan memberikan bantuan terkait pengembangan dan pengoperasian pelabuhan serta perdagangan internasional, termasuk pengembangan sumber daya manusia yang terkait dengan hal-hal tersebut.

Tidak hanya menandatangi Mou dengan PoG, PT Pelindo IV juga menandatangani Mou dengan Johor Port Berhard (JPB). Isi Mou tersebut berisi tentang ketetapan untuk program pengembangan kompetensi dan kosnsultan Operasional Kontainer dan Konvensional serta Studi Proyek pada Pelayanan Logistik dalam Lingkungan pelabuhan.

Nota Kesepahaman itu ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Doso Agung dan Chief Executive Officer Johor Port Berhad (JPB), Shahrull Alam Shah Bin Abdul Halim, pada 21 Desember 2016 lalu.

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo IV, Baharuddin M, mengatakan bahwa Nota Kesepahaman ini ditandatangani karena kedua belah pihak berkeinginan untuk membangun kolaborasi sinergitas agar membagi dan menyalurkan pengalaman dan keahliannya dalam Manajemen dan Operasional Pelabuhan melalui Johor Port Skilled Centre (JPSC). Ini untuk program peningkatan kompetensi bagi semua pelabuhan-pelabuhan di bawah Pelindo IV sesuai syarat dan ketentuan sebagaimana tertuang dalam studi proyek pada pelayanan logistik dalam lingkungan pelabuhan.

“Studi proyek pada pelayanan logistik dalam lingkungan pelabuhan nantinya akan terbagi pada, menguatkan inisiasi kolaborasi saat ini pada kargo dari pelabuhan kelolaan Pelindo IV singgah di Pelabuhan MMC sebelum menuju pelabuhan akhir. Juga layanan feedering antara Pelabuhan MMC dan pangsa pasar Pelindo IV terfokus pada bagian pusat dan timur Indonesia,” imbuh Burhanuddin.

Sementara itu, JPB didedikasikan dalam memposisikan diri sebagai pintu gerbang pelabuhan dengan menggunakan jaringan pengiriman yang ada dan fasilitas yang tersedia. Agar inisiatif tersebut terwujud, JPB tertarik untuk membuat kerjasama satuan tugas bersama dengan Pelindo IV untuk mengembangkan rencana dan pelaksanaan latihan didasarkan pada area yang diidentifikasi untuk berkolaborasi, seperti kerjasama dalam bidang intelijen, target pasar, alat pemasaran, struktur penghargaan, sumber daya dan anggaran alokasi.

Program ini akan memanfaatkan kekuatan kedua pelabuhan dalam meningkatkan kinerja pelabuhan secara keseluruhan terhadap pertumbuhan bisnisnya.

Melalui inisiatif ini, kedua pelabuhan membangun sinergi dengan membentuk mekanisme lintas pelatihan, di mana individu yang dipilih secara fisik mampu belajar lingkup kerja yang berbeda, pengalaman dan juga budaya.(*)