Ketegori Pembalap, Sidrap adalah “Spanyol-nya” Indonesia

Editor : Endhy

Bupati Sidrap, H Rusdi Masse saat membuka kegiatan One Day Trail Adventure Sidrap, Jumat (10/2/2017)
Bupati Sidrap, H Rusdi Masse saat membuka kegiatan One Day Trail Adventure Sidrap, Jumat (10/2/2017)

Online24, Makassar – Sejak Kabupaten Sidrap dipimpin oleh H Rusdi Masse, sejumlah putra asal daerah lumbung pangan nasional itu telah mengorbitkan pembalap untuk berlaga di level Internasional. Ini mirip dengan Spanyol yang menelorkan pembalap internasional berlaga di Moto GP.

Rusdi Masse atau yang dikenal dengan sebutan RMS tidak hanya sukses mensejahtrakan rakyatnya. Data BPS melansir, di bawah kepemimpinan RMS, jumlah orang miskin di daerah tersebut terendah di Sulawesi Selatan.

Sukses lain RMS adalah dibidang otomotif.

Baru baru ini, Herman Bass putra asal Sidrap kembali terpilih oleh Honda untuk menjadi team mengikuti balapan di dunia internasional ARRC 2017. Herman akan bersama pebalap asal Japan Takehiro Yamamoto.

Di ajang ARRC ini, Herman akan menunggangi motor CBR Honda. Seri pertama akan berlangsung pada bulan Maret di Sepang Malaysia yang diikuti oleh pebalap dari negara lain dan club motor dari Suzuki,Yamah,Kawasaki dan team motor lainnya.

Sebelum Herman Bass, terdapat juga pebalap asal Sidrap atas nama Lucky Kaddi. Lucky Kaddi akan bernaung di bawah managemen team Honda, dan akan berlaga di ajang Asia Telant Chanpionshif 2017. Lucky terpilih oleh Honda setelah serangkaian test di Asia serta melihat perkembangan Lucky saat membalap di kekuatan nasional Sidrprix 2016.

Nama lain selain Herman Bass dan Lucky Kaddi adalah Awin Sanjaya. Nama terakhir ini akan mengikuti balapan di kelas 250 CC. Baik Lucky maupun Aswin Sanjaya sama sama menunggangi motor Honda sebagai sponshor utama mereka. Dari ketiga pebalap ini, Lucky Kaddi berpotensi melangkah ke jalur GP jika berhasil melewati ATC dan Moto3.

Menanggapi pebalap Sidrap yang tembus di dunia Internasional, Bupati Sidrap Rusdi Masse mengaku bahwa dirinya sejak lama yakin jika kelak akan ada pembalapnya yang akan tembus ke kancah internasional. Makanya ia tak khawatir dengan pembangunan sirkuit puncak Mario Sidrap.

“Dari dulu Kan Sidrap itu melahirkan pebalap, hanya saja perlu pembinaan dan arena. Termasuk di Sulsel. Kita tidak bisa melahirkan pebalap handal kalau membalapnya hanya di jalanan’ kata RMS.

Sama halnya sepak bola dan bulutangkis. Menurut nya, fasilitas yang memadai itu adalah modal utama melahirkan atlet berprestasi. (*)