Nenek 113 Tahun Hidup Sebatang Kara di Pinrang

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Nenek 113 Tahun Hidup Sebatang Kara
Nenek 113 Tahun Hidup Sebatang Kara

Online24, Pinrang – Seorang nenek hidup sebatang kara di gubuk berukuran 3×4 meter persegi di area kompleks pemakaman, Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

Dia adalah nenek Sanro Becce, yang kini berumur 113 tahun. Awalnya ia tinggal bersama suaminya, Lajudda, yang merupakan mantan tukang cat infrastruktur pemerintah di zaman penjajahan Belanda. Namun, Lajudda telah wafat beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Becce mulai bertarung melawan kerasnya hidup dalam keadaan sebatang kara.

Becce mengaku, pernah bekerja sebagai juru masak di perusahaan mobil Hadji Kalla Cabang Pinrang, saat masih berumur 30-an tahun.

“Saya bekerja di situ hanya setahun, dengan upah Rp 1000 per hari,” tutur Becce saat ditemui di gubuknya, Kamis (2/3/2017).

Usai bekerja sebagai juru masak, Becce memilih untuk mengurus rumah tangga dan anaknya yang berjumlah lima orang.

“Namun, sisa dua yang masih hidup dan kini tengah sibuk mengurus keluarganya masing-masing, Hanya sesekali mereka datang melihat keadaan saya,” kata Becce.

Di tengah keadaan yang serba kekurangan, Becce hanya bisa berharap belas kasih orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Becce mengaku memenuhi kebutuhannya tanpa dengan cara meminta-minta.

“Setiap hari saya hanya keliling kota Pinrang, dan disitu pula saya sering mendapat rezeki yang tak terduga, tanpa harus meminta-minta, makan sekali dalam sehari saja itu, saya sudah sangat bersyukur,” tambahnya