Ketua HIPMI PT Ajak Mahasiswa Bangun Indonesia Dari Kampung Halaman

Editor : ifan Ahmad

Harianto Albarr, sosok pengusaha muda asal sulawesi selatan yang sekaligus ketua HIPMI Perguruan Tinggi, hari ini menjadi narasumber pada acara Forum Technopreneur On Campus di Universitas Al Azhar Jakarta.
Harianto Albarr, sosok pengusaha muda asal sulawesi selatan yang sekaligus ketua HIPMI Perguruan Tinggi, hari ini menjadi narasumber pada acara Forum Technopreneur On Campus di Universitas Al Azhar Jakarta.
Online24, Jakarta – Siapa yang tak kenal dengan Harianto Albar, sosok pengusaha muda asal Sulawesi selatan yang merupakan Ketua HIPMI Perguruan Tinggi, Rabu (8/3/2017), menjadi narasumber pada acara Forum Technopreneur On Campus di Universitas Al Azhar Jakarta. Acara yang mengangkat tema “Peluang Bisnis Teknologi” dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Univ. Al Azhar, Dr. Nita Noriko di Auditorium Arifin Panigoro.
Lelaki yang akrab disapa Harry ini memaparkan potensi bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohdiro (PLTMH) dihadapan ratusan mahasiswa. Ia mengawali dengan cerita kampung halamannya sejak dulu tidak ada listrik. Namun berkat PLTMH yang dikembangkan, kini kampungnya, di pelosok Sulawesi selatan sudah terang benderang.
“Saya memulai secara sengaja bangun PLTMH di kampung. Waktu itu saya masih semester 2. Terpanggil berbuat di kampung adalah tanggung jawab sosial, sebagai orang pertama yang bisa kuliah di kota,” katanya dengan nada sedih.
Bagi Harry, membangun kampung adalah portofolio terbaik bagi anak bangsa. “Coba kita bayangkan, seandainya setiap anak kampung berpikir untuk membangun kampungnya, bisa dipastikan kejayaan bersama kita semua. Membangun Indonesia dari pelosok kampung adalah altenatif pemerataan pembangunan,” sambungnya dengan penuh semangat.
Lanjut Harry, ia memaparkan bagaimana potensi listrik PLTMH untuk kembangkan. Dengan elektrifikasi yang baru kisaran 72% , artinya masih ada sekitar 50-60juta jiwa penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik yang memadai. Belum lagi harga jualnya tiap tahun terus naik. Maka bagi Harry, sangat wajar jika pemerintah menargetkan pembangun listrik 35.000 MW hingga beberapa tahun kedepan.
Diakhir sesi pemaparannya, lelaki yang sekaligus pendiri MPN Indonesia ini mengajak mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi pada bangsa ini.
“Sebagai generasi muda, kita tidak boleh afriori, menghukum diri kita dengan hal negarif. Ayolah kita sama-sama bangkit membangun bangsa ini. Saya memulai dari pelosok Sulawesi dan alhamduLillah saat jni sudah masuk hingga Maluku dan tempat lainnya,” pungkasnya menutup sesi diskusi. (*)