Kakanwil Beri Materi di Hadapan Pemuka Agama Sulsel

Editor : Lucky

Online24, Makassar – Dalam rangka mengupayakan terciptanya suasana keagamaan dan kemasyarakatan yang damai dan aman, Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Biro Kesejahteraan mengumpulkan puluhan tokoh Agama dan Kabag Kesra se-Sulsel di Makassar Golden Hotel (MGH). Pertemuan ini untuk membahas sejumlah permasalahan serta menemukan ide dan solusi terkait persoalan umat beragama khususya di Sulsel.

Acara yang digelar 2 hari ini (9-10 Maret 2017) bertujuan untuk meningkatkan fungsi dan peran Forum Kerukunan umat beragama (FKUB) dalam menyelesaikan persoalan sosial keagamaan di tengah masyarakat. Selain itu untuk menampilkan sejumlah pembicara, baik dari pengurus FKUB provinsi, akademisi, tokoh lintas agama, dan unsur pemerintah terkait termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Prov Sulsel.
Dalam penyampaian materinya, KaKanwil Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir, sangat menaruh harapan besar kepada para tokoh agama, khususnya yang tergabung dalam FKUB baik provinsi maupun kabupaten/kota di Sulsel, untuk menjadi mediator dan fasilitator terhadap terciptanya suasana yang kondusif di daerah ini.
Lebih lanjut, Wahid juga menyampaikan agar semua elemen masyarakat khususnya para stakeholder yang memiliki tugas khusus dalam menciptakan suasana yang kondusif tersebut agar memiliki data akurat yang bisa dijadikan bahan untuk deteksi dini di lingkungannya masing-masing. Sehingga umat dan generasi kita terhindar dan dijauhkan dari bahaya faham radikalisme yang dalam beberapa kesempatan terbukti mendatangkan banyak mudharat bagi kehidupan bangsa.
“Olehnya itu, dipandang perlu untuk tumbuhkan kembali pendidikan multikulturalisme di tengah umat. Kita harus berani memberikan masukan kepada pemimpin bangsa dan daerah ini agar bisa kembali melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat,” paparnya.
“”Kita semua juga harus sering-sering turun ke umat untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan paripuna dalam memaknai ajaran agama bukan hanya sebatas tekstual tapi juga kontekstual, bukan sebatas simbol tapi juga substansi,” tambahnya.
Peserta acara tersebut berjumlah 70 orang yang terdiri dari perwakilan majelis dan ormas agama-agama di Sulsel, FKUB Prov dan Kabag kesra kab/kota se Sulsel, akademisi dan MUI.
Laporan:
Mawardy Siradj
Pelaksana Subbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sulsel