Presiden Korsel Resmi Diberhentikan

Editor : Endhy

Online24, Seoul – Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye resmi diberhentikan. Ia dimakzulkan usai Mahkamah Konstitusi Korea meloloskan mosi pemakzulan yang diajukan parlemen pada pertengahan Desember lalu.

Park diberhentikan sebagai presiden karena diduga terlibat skandal korupsi dan pembocoran rahasia negara. Keputusan bulat dari delapan hakim MK pada Jumat (10/3/2017) ini menjadi puncak dari kekacauan politik Korsel yang telah berlangsung setidaknya selama 4 bulan.

“Tindakan Park merusak semangat demokrasi dan supermasi hukum dengan sangat serius. Untuk itu, Presiden Park resmi diberhentikan,” ujar ketua hakim MK, Lee Jung-Mi, dalam sidang.

Sebelumnya, Park menjadi presiden perempuan pertama yang terpilih secara demokratis dan diberhentikan secara paksa dari jabatannya. Sehingga, untuk sementara waktu, kewenangan eksekutif dilimpahkan ke Perdana Menteri Korea Selatan, Hwang Kyo-ahn.

Korsel akan menggelar pemilihan umum dalam waktu 60 hari ke depan untuk mengisi kekosongan kursi presiden.

Dengan keputusan MK ini, Park kehilangan kekebalan eksekutifnya. sehingga kini, ia dapat diadili.

Jaksa awalnya telah menetapkan Park sebagai kaki tangan Choi Son-sil, kerabat dekatnya, untuk memberi tekanan pada sejumlah konglomerat Korsel demi mengalirkan dana jutaan dolar ke dua yayasan pribadinya.

Sejumlah kalangan menilai bahwa Choi merupakan pusat dari skandal korupsi ini. Choi sendiri telah ditahan atas dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan memanfaatkan kedekataannya dengan orang nomor satu di negara ginseng itu.

Skandal korupsi ini juga menggiring bos Samsung Group, Jay Y Lee, yang merupakan salah satu pendonor terbesar bagi yayasan Choi.

Lee telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan penyuapan dan persekongkolan dengan pemerintah dalam merger dua anak perusahaan Samsung pada 2015 lalu.