Partai Oposisi Desak Mantan Presiden Korsel Diperiksa

Editor : Endhy

Online24, Seoul – Partai oposisi Korea Selatan menuntut jaksa segera memeriksa dan memproses hukum mantan Presiden Park Geun-hye yang baru dimakzulkan oleh Mahkamah Konstitusi pada Jumat pekan lalu akibat keikutsertaannya dalam skandal korupsi.

Partai Demokrat, partai oposisi terbesar di parlemen, bahkan meminta Park mesti diperlakukan sebagai tersangka dan harus diperiksa dalam penyelidikan.

“Jaksa harus bisa menemukan kebenaran dan menghukum setiap kriminal melalui penyelidikan cepat dan menyeluruh,” ungkap pemimpin Partai Demokrat Choo Mi-ae, Senin (13/3/2017).

Sehari sebelumnya, Park dikabarkan telah meninggalkan kantor kepresidenan di Seoul, dan kembali ke rumah pribadinya di distrik mewah Gangnam. Sejak keputusan MK keluar, presiden Korsel ke-11 itu belum berkomentar mengenai penggulingannya.

Namun seorang juru bicara Park menuturkan, putri presiden Korsel ke-3 itu menyatakan penyesalannya karena tak bisa menuntaskan jabatan hingga 2018 mendatang. Meski Park telah lengser, Partai Demokrat dan sejumlah pihak oposisi lain masih kecewa lantaran Park tidak kunjung mengakui kesalahannya yang telah memporak-porandakkan politik Negeri Ginseng.

Choo pun bersumpah bahwa cepat atau lambat kebenaran akan terungkap.

“Bahkan saat Park pergi dari jabatannya, dia menolak mengakui kesalahannya dihadapan warga, malah mengatakan ini dan itu mengenai kebenaran. Ini sebuah bentuk ketidakpatuhan,” katanya menambahkan.

Online24, Seoul – Partai oposisi Korea Selatan menuntut jaksa segera memeriksa dan memproses hukum mantan Presiden Park Geun-hye yang baru dimakzulkan oleh Mahkamah Konstitusi pada Jumat pekan lalu akibat keikutsertaannya dalam skandal korupsi.

Partai Demokrat, partai oposisi terbesar di parlemen, bahkan meminta Park mesti diperlakukan sebagai tersangka dan harus diperiksa dalam penyelidikan.

“Jaksa harus bisa menemukan kebenaran dan menghukum setiap kriminal melalui penyelidikan cepat dan menyeluruh,” ungkap pemimpin Partai Demokrat Choo Mi-ae, Senin (13/3/2017).

Sehari sebelumnya, Park dikabarkan telah meninggalkan kantor kepresidenan di Seoul, dan kembali ke rumah pribadinya di distrik mewah Gangnam. Sejak keputusan MK keluar, presiden Korsel ke-11 itu belum berkomentar mengenai penggulingannya.

Namun seorang juru bicara Park menuturkan, putri presiden Korsel ke-3 itu menyatakan penyesalannya karena tak bisa menuntaskan jabatan hingga 2018 mendatang. Meski Park telah lengser, Partai Demokrat dan sejumlah pihak oposisi lain masih kecewa lantaran Park tidak kunjung mengakui kesalahannya yang telah memporak-porandakkan politik Negeri Ginseng.

Choo pun bersumpah bahwa cepat atau lambat kebenaran akan terungkap.

“Bahkan saat Park pergi dari jabatannya, dia menolak mengakui kesalahannya dihadapan warga, malah mengatakan ini dan itu mengenai kebenaran. Ini sebuah bentuk ketidakpatuhan,” katanya menambahkan.