Dunia Hadapi Krisis Kemanusiaan Terbesar dalam Sejarah

Editor : Endhy
Sejumlah warga Sudan Selatan mengungsi akibat konflik berkepanjangan.
Sejumlah warga Sudan Selatan mengungsi akibat konflik berkepanjangan.

Online24, New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa saat ini terdapat 20 juta lebih warga yang terdapat di empat negara berkonflik yakni Somalia, Sudan Selatan, Yaman, serta Nigeria, terancam kelaparan dan terserang penyakit.

PBB menilai, Krisis ini menjadi yang terparah sejak organisasi bangsa-bangsa itu terbentuk.

“Kita tengah berada dalam tahap kritis dalam sejarah. Sejak awal tahun ini kita tengah menghadapi krisis kemanusiaan terparah dan terbesar sejak PBB terbentuk 1945 lalu,” ungkap Kepala Organisasi Kemanusiaan PBB, Stephen O’Brien.

“Lebih dari 20 juta orang di empat negara tersebut menghadapi kelaparan. Tanpa upaya global secara kolektif dan terkoordinasi, banyak orang yang akan mati kelaparan,” tuturnya menambahkan.

Di Somalia, lebih dari enam juta orang atau sekitar setengah dari populasi di negara itu membutuhkan bantuan pangan. Kekeringan, kelaparan, hingga kehadiran kelompok teroris Al-Shabaab semakin menenggelamkan penduduk di negara Afrika Timur itu berada dalam keputusasaan.

Sebab, kelompok Al-Shabaab kerap memblokade bahkan membajak bantuan kemanusiaan yang hendak dikirimkan kepada warga di sejumlah wilayah di negara itu.

“Situasi Somalia sangat genting. Orang-orang mati kelaparan dan tidak ada air. Al-Shabaab juga memblokade jalanan, tidak ada akses bagi bantuan pangan ke sini,” ungkap salah satu warga Mogadishu, Noor Ibrahim, yang pergi mengungsi untuk mencari bala bantuan.

Menurut Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire, setidaknya 110 orang tewas akibat kelaparan dan penyakit yang disebabkan musim kekeringan seperti kolera, diare, dan campak.

Di Sudan Selatan, pemerintah setempat baru saja mendeklarasikan krisis kelaparan dan menuturkan setidaknya 7,5 juta orang di negara itu membutuhkan bantuan.

Sementara itu, menurut organisasi pangan PBB (FAO), krisis kelaparan mengancam setidaknya 7 juta orang di Yaman dan 120 ribu orang di bagian timur laut Nigeria.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyebut, krisis kelaparan yang melanda negara-negara ini telah “diabaikan” dunia. Menurut Guterres, seluruh komunitas internasional dan masing-masing dari warga memiliki kewajiban moral untuk membantu negara-negara tersebut keluar dari krisis kelaparan.

Dirinya pun mendesak komunitas global untuk segera mengumpulkan bantuan finansial bagi Somalia dan tiga negara lainnya sehingga krisis kelaparan ini tidak akan meluas menjadi krisis penyakit lain.

“Jangan lupakan bahwa masing-masing dari orang-orang di empat negara ini menghadapi penderitaan ekstrem,” kata Guterres.