Ketegangan Diplomatis, Pemerintah Belanda Peringatkan Warganya di Turki

Editor : Endhy

Online24, Amsterdam – Pemerintah Belanda dikabarkan mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya yang berada di Turki. Mereka meminta warganya agar waspada di tengah ketegangan antara dua negara tersebut.

“Sejak 11 Maret 2017 terjadi ketegangan diplomatis antara Turki dan Belanda. Tetap waspada di seluruh penjuru Turki dan hindari tempat-tempat perkumpulan serta lokasi yang ramai,” bunyi peringatan tersebut, Senin (13/3/2017).

Di sisi lain, Turki telah memanggil perwakilan Belanda di Ankara untuk membicarakan soal aksi kepolisian Rotterdam terhadap warganya yang berunjuk rasa akhir pekan kemarin.

Hal tersebut diberitakan Kementerian Luar Negeri Turki. Dalam nota diplomatis tersebut, Kemlu Turki menyatakan intervensi polisi tidak proporsional dan meminta langkah hukum dilakukan terhadap tindakan yang menyalahi aturan.

Ketegangan bermula saat Kepolisian Belanda sebelumnya menggunakan anjing dan meriam air untuk membubarkan ratusan demonstran yang mengibarkan bendera Turki di luar konsulatnya di Rotterdam. Beberapa pemrotes melempar botol dan batu sementara sejumlah orang dipukuli polisi, kata saksi Reuters.

Protes itu dipicu pelarangan menteri Turki untuk berbicara di hadapan massa pengunjuk rasa di Rotterdam. Tindakan ini juga memicu masalah terkait kampanye Ankara di luar negeri.

Kampanye itu bertujuan untuk meraup suara lebih banyak dalam referendum penambahan kewenangan Presiden Tayyip Erdogan. Presiden Turki ini juga sempat melontarkan komentar keras terhadap aksi Belanda menolak pesawat Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu untuk mendarat di Rotterdam.