Hubungan Diplomatik Tingkat Tinggi Turki-Belanda Ditunda

Editor : Andhika BD

Online24, Istambul – Pemerintah Turki mengeluarkan pernyataan untuk menunda hubungan diplomatik tingkat tinggi dengan Belanda. Penundaan ini dilakukan usai salah satu menteri Turki dilarang berbicara dalam unjuk rasa di Rotterdam, akhir pekan lalu.

Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus bersama juru bicara utama pemerintahan Turki mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kesepakatan yang telah dibangun dengan Uni Eropa untuk menahan arus imigran dari Turki ke Eropa.

“Kami melakukan apa yang mereka lakukan kepada kami. Kami tidak akan memperbolehkan pesawat yang membawa diplomat atau perwakilan Belanda untuk mendarat di Turki atau menggunakan wilayah udara kami,” kata Kurtulmus dalam konferensi pers, Selasa (14/3/2017).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya menyebut pemerintah Belanda bertindak seperti “sisa-sisa Nazi” karena menteri-menterinya dilarang berbicara di depan unjuk rasa dalam rangka menggalang suara jelang referendum di negaranya.

Pemerintah Turki juga mengklaim bahwa referendum itu bertujuan untuk meminta persetujuan rakyat soal amandemen konstitusi yang akan menambah kekuasaan Erdogan. Dalam rancangan amandemen tersebut, Presiden Turki nantinya diperbolehkan untuk mengeluarkan dekrit dan mempertahankan hubungan dengan partai politik pengusungnya.

Namun sejumlah pihak mengkhawatirkan perubahan ini akan membuat pemerintah Turki akan bertindak otoriter.