Pangdam VII/Wirabuana Siap Bela Prajuritnya Jika Diancam Warga Bara-Baraya

Editor : ifan Ahmad
Pernyataan Pangdam VII/ Wirabuana, Mayjen TNI Agus Suryabakti  dalam foto yang dirilis Humas Kodam VII/Wirabuana, Selasa (21/3/2017).
Pernyataan Pangdam VII/ Wirabuana, Mayjen TNI Agus Suryabakti dalam foto yang dirilis Humas Kodam VII/Wirabuana, Selasa (21/3/2017).

Online24, Makassar – Reaksi warga Bara-baraya terhadap keluarnya surat peringatan (SP) 3 penggusuran rumah 28 KK di Bara-baraya mendapat respon dari Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Suami Bella Saphira ini menegaskan akan membela prajuritnya jika mendapat ancaman terkait rencana penggusuran di Bara-baraya, Kecamatan Makassar.

“TNI sangat menghargai rakyat. Tapi bila ada oknum yang mengancam prajurit, akan saya bela prajurit saya! Karena membela prajurit yang menjalankan tugas, sama dengan membela negara pada penertiban Bara-baraya,” tegas Agus dalam kutipan pada foto yang dirilis Penum Kodam VII/Wirabuana, Selasa (21/3/2017).

Seperti diketahui, pihak Kodam VII/Wirabuana tetap akan melakukan proses penggusuran meski proses hukum status lahan sengketa masih bergulir di pengadilan. Beberapa hari lalu, Kapendam VII/Wrb, Kolonel Inf Alamsyah menyebutkan bahwa tanah tersebut yang dulunya disewa TNI AD, harus dikembalikan kepada pemilik sahnya yakni ahli waris Nurding Dg Nombong.

Namun warga Bara-baraya bereaksi keras dengan keluarnya SP 3. Mereka siap menghadang rencana penggusuran serta memblokir akses ke lahan sengketa dan  sangat sensitif jika mendapat informasi keberadaan anggota TNI di lahan sengketa. Warga mengklaim memegangi bukti kuat yakni Akta Jual Beli (AJB) tanah yang diperoleh dari ahli waris.