Presiden Baru Jerman: Erdogan Runtuhkan Kesuksesan Turki

Editor : Andhika BD

Online24, Berlin – Presiden Jerman yang baru, Frank-Walter Steinmeier menyampaikan pidato perdananya sekaligus mengingatkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bahwa ia berpotensi merusak segala kesuksesan yang telah dicapai Turki dalam beberapa tahun terakhir.

Steinmeier, yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman mengatakan, Turki juga dapat merusak hubungan diplomatik dengan Jerman karena menuduh Berlin menggunakan taktik Nazi dalam melarang kedatangan menteri Ankara untuk berkampanye terkait referendum.

“Presiden Erdogan, Anda merusak segala yang Anda, dan orang lain, telah bangun. Saya khawatir terhadap Turki, bahwa segala yang telah dibangun negara itu selama beberapa tahun dan dekade terakhir perlahan runtuh,” ucap Steinmeier dalam pidato inaugurasinya, Rabu 22 Maret 2017.

Menurut Steinmeier, Turki adalah negara yang berbeda pada tiga dekade lalu karena ekonomi yang lebih kuat, adanya reformasi dan berkembangnya persahabatan dengan Eropa.

“Kami merasakan hubungan istimewa dari jalan yang diambil Turki (dua dekade silam), dan juga karena banyak orang berdarah Turki yang tinggal dan bekerja di Jerman,” ungkap Steinmeier.

Ketegangan Turki dengan Jerman dan Belanda dimulai saat Erdogan mengecam larangan acara kampanye referendum di kedua negara tersebut. Ia kesal karena Jerman dan Belanda melarang kedatangan dua menterinya terkait referendum. Ratusan ribu orang asal Turki tinggal di kedua negara tersebut, dan Ankara ingin mendapatkan dukungan dari mereka.

Referendum pada April mendatang akan menentukan apakah kekuasaan seorang presiden di Turki diperluas atau tidak. Erdogan juga menuduh Belanda sebagai “sisa-sisa Nazi” dan juga menuding Merkel mendukung grup militan Kurdi PKK.

[fbcomments]