Citizen Reporter: Dosen UNM Raih Grant Penelitian Dari SEAMEO BIOTROP

Editor : ifan Ahmad

Online24, Makassar – Teliti Payment Ecosystem Services (PES) untuk Hutan Mangrove di Sulawesi selatan, Dosen UNM Makassar raih Grant Penelitian dari SEAMEO BIOTROP.

Penelitian mengenai PES masih jarang dilakukan di Indonesia apalagi di Sulawesi selatan yang kaya akan sumber daya alam termasuk hutan. Sebagai salah satu isu utama dari ReDD++ (Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation), PES singkatan dari I Payment Ecosystem Services/ pembayaran jasa layanan ekosistem menjadi satu tren yang berkembang bagi perlindungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan baik pemerintah, swasta, LSM dan masyarakat baik pada level lokal, nasional dan internasional.

Dengan road map penelitian terkait perlindungan dan pengelolaan hutan mangrove berkelanjutan, telah mendorong Abdul Malik, salah satu dosen dan peneliti muda pada Jurusan Geografi FMIPA UNM untuk meneliti mengenai Assessment of Potentials for Payment for Mangrove Ecosystem Services in South Sulawesi Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam penerapan skema PES pada hutan mangrove di Indonesia dan khususnya di Sulawesi selatan. Skema PES dapat berupa kompensasi melalui pembayaran langsung terhadap perlindungan dan pengelolaan hutan mangrove, penjualan karbon, biodiversity dan air pada pasar nasional dan internasional, atau melalui penerapan insentif pajak dan program eko-sertifikat.

Setelah melalui seleksi yang ketat dalam SEAMEO BIOTROP Call for Research Proposals for 2017 Implementation, dosen yang biasa akrab disapa Pak Malik ini berhasil menjadi salah satu penerima grant penelitian yang selenggarakan oleh lembaga SEAMEO BIOTROP (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology) yang berpusat di kota Bogor. Hasil dari penelitian ini nantinya akan diterbitkan pada jurnal internasional BIOTROPIA yang terindeks Scopus sejak tahun 2012.

Selain itu, sebelumnya dengan bekerjasama dengan peneliti dari Department of Geosciences and Natural Resource Management, University of Copenhagen, Denmark, sewaktu menimba ilmu untuk program PhD di universitas tersebut, artikel ilmiah terkait dari Pak Malik juga telah terbit di 3 jurnalinter nasional bereputasi primer yakni:

 

  1. Jurnal Forests (MDPI publisher; Impact Factor (IF) = 1,58; Q1), dengan judul Economic valuation of mangroves for comparison with commercial aquaculture in South Sulawesi Indonesia (http://www.mdpi.com/1999-4907/6/9/3028);
  2. Jurnal  Biodiversity and Conservation (Springer Publisher; IF = 2,25; Q1) dengan judul Mangrove exploitation effects on biodiversity and ecosystem services (http://link.springer.com/article/10.1007/s10531-015-1015-4); dan
  3. Jurnal Regional Environmental Change (Springer Publisher; IF=2,66; Q1) dengan judul Mangrove forest decline: Consequences for livelihoods and environment in South Sulawesi (http://link.springer.com/article/10.1007/s10113-016-0989-0).

Saat ini ada1 artikel ilmiah yang sedang ditinjau oleh reviewer pada Journal of Environmental Management (Elsevier Publisher; IF=3,13; Q1) dengan judul Causes and consequences mangrove loss and sustainable management in Indonesia. Selain itu, satu artikel lainnya yang bekerjasama  dengan peneliti dari Universitas Hasanuddin dengan judul Assessment of hydrological conditions for mangrove rehabilitation in the Spermonde Archipelago sudah terkirim pada Journal of Coastal Conservation (Springer Publisher; IF: 1,09; Q3).

Semoga dengan pencapaian yang telah diraih, akan meningkatkan citra Indonesia dan khususnya Universitas Negeri Makassar di mana Pak Malik mengabdikan diri dan mendorong dosen dan peneliti lain untuk terus berkarya.

 

Pengirim;

Ahsin Arif, Mahasiswa Universitas Negeri Makassar

 

 

 

.