Dana Bos Belum Cair, Sejumlah Guru di Malili Mengeluh

Reporter :
Editor : Endhy
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Malili.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Malili.

Online24, Malili – Sekolah tingkat SMA dan SMK sudah resmi diambil-alih pemerintah provinsi. Semua operasional, pendanaan, pengelolaan sekolah dan sebagainya juga sepenuhnya ditangani provinsi mulai awal tahun 2017, termasuk gaji dan tunjangan para guru.

Kondisi tersebut menuai jeritan para tenaga pengajar antara lain guru SMK 1 Malili Kabupaten Luwu Timur, Kamis (30/3/2017).

Sejumlah guru berkeluh kesah, kalau sampai saat ini belum ada dana yang di kelola sekolah di antaranya dana Biaya Operasional Sekolah (BOS)

Wakasek Humas SMKN 1 Malili, Andi Camat mengatakan, ia menduga, ketika pemerintah provinsi mengelolah SMK/SMA, nasib sekolah jauh lebih baik. tetapi hal tersebut ternyata sangat buruk, karena sampai saat ini kami tidak bisa berbuat banyak karena tidak adanya anggaran yang di kelola.

“Kami hanya dapat berharap dana BOS, namun sampai saat ini belum di ketahui kapan cairnya, kalau ada program kegiatan yang dilaksanakan, terpaksa kami mencari pinjaman,” keluhnya.

Selain itu lanjutnya, waktu daerah masih mengelolah sekolah, kami puas dengan tunjangan, namun saat ini kami belum tahu adakah tunjangan atau tidak.

“Pernah kami dipanggil ke provinsi sebelum sekolah di ambil alih provinsi, pihak pemprov menjanjikan bahwa tunjangan guru akan di terima 2 juta rupiah namun hingga saat ini sepertinya tinggal cerita,” ungkapnya.

Saat Dana BOS cair, selain pembelanjaan kegiatan, juga peruntukkan buat gaji tenaga guru honor sementara tenaga Upah Jasa, itu di biayai oleh pemerintah daerah.

“Kami berharap pemerintah provinsi betul-betul serius menangani sekolah agar kesejahteraan guru dan perkembangan dunia pendidikan lebih maju “, tandas Andi Camat.