Tebus Sandera, Malaysia Lepas Dua Warga Negara Korut

Editor : Endhy
Pegawai maskapai penerbangan Air Koryo, Kim Uk-il (37),  yang diduga sebagai Kim uk-il (kiri) terlihat di dalam pesawat yang bertolak dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada Jumat (30/3/2017).
Pegawai maskapai penerbangan Air Koryo, Kim Uk-il (37), yang diduga sebagai Kim uk-il (kiri) terlihat di dalam pesawat yang bertolak dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada Jumat (30/3/2017).

Online24, Kuala Lumpur – Dua warga negara Korea Utara yang merupakan tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-nam yang selama ini bersembunyi di kantor kedutaan besar Korea Utara di Kuala Lumpur dikabarkan telah meninggalkan Malaysia.

Kedua orang itu adalah seorang diplomat kedutaan Korut di malaysia, Hwong Kang-song (44), dan pegawai maskapai penerbangan Air Koryo, Kim Uk-il (37). Mereka diperbolehkan meninggalkan Kuala Lumpur dalam kesepakatan antara Korut dan Malaysia untuk memastikan pembebasan sembilan warga Malaysia yang tersandera di Korut.

“Dua laki-laki tersebut telah meninggalkan Malaysia. Mereka diizinkan meninggalkan negara sebagai jaminan pembebasan sembilan warga Malaysia,” kata seorang sumber yang terlibat dalam negosiasi kesepakatan tersebut, Jumat (31/3/2017).

Kang-song dan Uk-il ditetapkan sebagai tersangka setelah rekaman CCTV bandara Kuala Lumpur mendapati mereka membantu empat tersangka warga Korut lainnya melarikan diri ke luar Malaysia di hari tewasnya Jong-nam.

Keempat warga Korut yang diyakini sebagai dalang pembunuhan Jong-nam itu kini masih dalam pencarian otoritas Malaysia yang bekerja sama dengan Interpol.

Dikabarkan sebelumnya, saudara tiri Pemimpin Korut Kim Jong-un tewas di terminal keberangkatan bandara pada 13 Februari lalu, tak lama setelah dua wanita tak dikenal membekap wajahnya dengan racun saraf VX, zat yang dikategorikan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai senjata penghancur massal.

Meski Malaysia telah mengonfirmasi jasad Jong-nam melalui sampel DNA, hingga kini, Korut tak pernah menganggap bahwa jenazah itu adalah Jong-nam.

Bahkan hingga hari ini, Korut masih menganggap pria yang tewas tersebut adalah Kim Chol, sesuai dengan paspor yang ditemukan padanya. Padahal nama itu selama ini diketahui kerap digunakan sebagai identitas samaran Jong-nam.

Kasus ini kematian Jong-nam telah membuat krisis diplomatik yang mengakibatkan kedua negara saling usir duta besar dan saling sandera warga negara. Pyongyang melarang warga Malaysia meninggalkan Korut dan begitu pun sebaliknya, karena Malaysia enggan memulangkan jenazah Jong-nam ke negeri asalnya.

Namun kini, dengan alasan menjaga keselamatan warga negara, Kuala Lumpur akhirnya mau mengembalikan jenazah Jong-nam kepada otoritas Korut setelah sebelumnya berkeras menolak dengan alasan penyelidikan masih berjalan.

Jasad pria berusia 46 tahun itu diyakini telah diterbangkan ke Korut pada Kamis (30/3/2017) kemarin melalui China.

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu