“Sigajang Laleng Lipa” Ditampilkan Dalam Festival Komunitas Sepeda Tua

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Penampilan tradisi Sigajang Laleng Lipa dalampuncak kongres Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) ke IV di Benteng Rotterdam, Makassar, Sabtu (1/4/2017) malam.
Penampilan tradisi Sigajang Laleng Lipa dalampuncak kongres Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) ke IV di Benteng Rotterdam, Makassar, Sabtu (1/4/2017) malam.

Online24, Makassar – Pertunjukan tradisi Bugis Bone “Sigajang Laleng Lipa” atau saling tikam dengan badik dalam satu sarung menghibur ontelis dan ontelista di malam puncak kongres Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) ke IV di Benteng Rotterdam, Makassar, Sabtu (1/4/2017) malam.

 

Dua pemuda Dandi Setiadi Putra (22), dan Adriadi (19) dari Bonesta, komunitas pecintas sepeda tua dari Bone tampil pada pertunjukan ini.

 

Lengkap dengan setelan jas tutu’ dan peci bugis, keduanya membawa badik dan masuk ke dalam satu sarung. Adegan selanjutnya, kedua pemuda ini kemudian saling tikam. Tampak salah satu dari mereka berhasil keluar dari sarung sementara pemuda lainnya tergeletak.

 

Dandi menjelaskan, adegan tersebut hanya sekedar hiburan semata sebagai sebuah pertunjukan seni untuk mengingat tradisi asli orang Bone.

 

“Dulu jalan ini dipakai kalau ada masalah yang sudah tidak bisa diselesaikan lagi melalui jalan musyawarah atau menemui jalan buntu. Maka kedua orang tuanya dipanggil sebagai saksi untuk menyaksikan anaknya menggelar tradisi ini. Barang siapa yang pertama keluar dari sarung maka dia pemenangnya,” terang Dandi.

 

Acara yang dihadiri ratusan pecinta sepeda tua dari berbagai penjuru Tanah Air ini juga dirangkaikan dengan perayaan HUT Komunitas Sepeda Tua Makassar (Kostum) yang ke-12 tahun.