Toraja Transparansi Bidik Sekolah yang Salahgunakan Dana BOS

Editor : Asri Muhammad

Ketua Toraja Transparansi, Drs. Tommy Tiranda
Ketua Toraja Transparansi, Drs. Tommy Tiranda

Online24, Rantepao – Sejumlah sekolah di Toraja Utara ditengarai salah atau menyimpang dalam mengelola dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Hal ini berdasarkan data dan laporan yang diterima Toraja Transparansi dari berbagai sumber yang ada.

Menurut sumber tersebut, sekolah yang diduga menyimpang menggunakan dana BOS, antara lain, SDN 2 Rantepao, SDN 5 Rantepao, SDN 6 Rantepao, dan SDN 7 Rantepao, SD Kristen Anugerah, dan SD MIS Rantepao. Sekolah lain yang juga disebut adalah SDN 2 Tallunglipu, SDN 1 Tikala, SDN 2 Tikala, SDN 3 Tikala, SDN 6 Tikala, dan SDN 8 Tikala. Data ini, masih akan bertambah karena penelusuran terus dilakukan.

Modus penyimpangan yang dilakukan adalah, Kepala Sekolah sebagai penanggungjawab sekaligus berfungsi sebagai Bendahara BOS di sekolah, namun menggunakan nama orang lain sebagai Bendahara BOS untuk laporan administrasi dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Modus lain adalah dalam pembelanjaan Buku BOS yang selama ini sangat tidak sebanding antara jumlah siswa dengan jumlah buku yang dibeli pihak sekolah. Bahkan, ada sekolah yang karena terbatasnya buku dibeli sekolah, gurunya tidak punya buku pegangan untuk mengajar.

“Bayangkan sampai guru itu mau beli sendiri buku pegangan dengan uang pribadinya,” ujar sumber tersebut, yang enggan disebutkan namanya.

Ironisnya, masih ada sekolah disinyalir menjual buku yang diduga dilakukan oknum guru. Begitupun penjualan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada siswa serta pembelian LKS dengan menggunakan dana BOS. Juknis BOS sangat gamblang dan tegas mengatur larangan membeli LKS dengan menggunakan dana BOS.

“LKS bukan buku, harus diingat itu. Tapi herannya seperti diberitakan sebuah media online yang lalu kok kenapa ada sekolah seperti di wilayah Cabang Dinas Denpina pada 2016 lalu, membeli LKS dengan menggunakan dana BOS, baru di kuitansi ditulis untuk pembelian buku ada apa,” ujar Ketua Toraja Transparansi, Drs. Tommy Tiranda, Sabtu (1/4/2017).

Menurut Tommy yang juga Direktur Eksekutif Perkumpulan WASINDO (Pengawas Independen Indonesia) ini, pihaknya saat ini sedang meminta klarifikasi dan konfirmasi kepada sejumlah sekolah di Toraja Utara yang diduga telah melakukan penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS sesuai data dan laporan yang ada.

“Surat meminta klarifikasi dan konfirmasi penggunaan dana BOS itu sudah disiapkan dan tinggal disampaikan ke masing-masing sekolah bersangkutan,” ungkap Tommy.
Pihaknya, kata Tommy, meminta Bupati Torut Kala’tiku Paembonan, agar tanggap dan tidak membiarkan hal ini terus terjadi tanpa tindakan.

Sementara itu, Bupati Toraja Utara Kala’ Paembonan yang hendak dikonfirmasi mengaku sedang tidak berada di kantornya.

“Sorry saya lagi di Jakarta ikut rakernas,” ujar Kala’ yang dihubungi via telepon seluler.