AS Serang Suriah Pakai Puluhan Rudal

Editor : Endhy

Online24, Florida – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penyerangan ke wilayah militer Suriah dengan 59 rudal jelajah. Perintahnya menjadi balasan yang amat cepat pasca kecaman Trump terhadap Suriah.

Rudal-rudal itu diluncurkan pada Jumat (8/4/2017) antara pukul 20.00-21.00 waktu setempat, dan belum ada rincian soal berapa banyak korban yang mungkin sudah tewas.

Serangan ini dipicu dugaan senjata kimia yang dipakai oleh rezim Presiden Bashar al-Assad saat menyerang wilayah pemberontak.

Sejumlah laporan mengatakan, rentetan rudal Tomahawk yang ditembakkan dari dua kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang berlayar di Laut Mediterania, menargetkan pangkalan udara Al Shayrat di pusat kota Homs.

Lanud tersebut merupakan basis pesawat Suriah dalam melancarkan serangan senjata kimia, pada Selasa 4 April lalu, yang menewaskan hingga 100 orang.

Trump telah menimbang pilihan respons militer atas dugaan penggunaan senjata kimia Assad terhadap warga sipil di provinsi Idlib, awal pekan ini.

“Malam ini, saya memerintahkan serangan militer menargetkan lanud di Suriah dari mana serangan kimia itu diluncurkan,” kata Trump dalam sambutannya di resor Mar-a-Lago di Florida.

“Aksi ini dalam kepentingan keamanan nasional yang vital AS demi mencegah dan menghalangi penyebaran dan penggunaan senjata kimia mematikan,” tegasnya.

Presiden telah berbicara awal pekan ini di Kebun Mawar Gedung Putih tentang bagaimana perasaannya melihat foto anak-anak yang mati telah mengubah pendiriannya tentang Assad.

Selain itu Trump dilaporkan memberi pilihan sederhana, dan operasi lebih luas yang akan menghancurkan infrastruktur dan mungkin mengakibatkan korban jiwa.

Tampaknya Trump memilih respons yang lebih moderat, menargetkan lanud yang diyakini telah dipakai buat menyerang warga sipil Suriah, Selasa. Tapi itu tidak akan cukup, setidaknya pada tahap ini, untuk menyingkirkan rezim Assad.

Laporan awal menunjukkan bahwa AS menghantam satu lapangan terbang, pasokan bahan bakar, dan berbagai pesawat Suriah. Tidak ada satupun target yang diyakini mengandung senjata bahan, dan kabarnya ada pesawat Rusia di lanud tersebut.

Pilihan Trump dipersulit oleh sejumlah faktor. Pasukan Rusia berpangkalan di Suriah dan Washington akan bertindak ekstrem untuk mengabaikan korban di kalangan pasukan itu.

Laporan dari Pentagon menyatakan bahwa Rusia telah diperingatkan sebelum operasi dimulai.

Ada juga pasukan khusus AS yang beroperasi di Suriah, bersama pemberontak anti-Assad, sebagian telah menerima senjata, pelatihan, dan pendanaan dari AS dan anggota koalisinya.

Di samping itu, AS, dengan pasukan Irak dan Kurdi, sedang mencari celah untuk menggempur kembali ISIS, yang bermarkas di kota Suriah, Raqqa.