Pelindo Ekspor 100 Kontainer Hasil Kehutanan Papua ke Cina

Reporter :
Editor : Fahmi
Pelepasan hasil kehutanan Papua ke Cina
Pelepasan hasil kehutanan Papua ke Cina

Online24, Makassar – Sebanyak 100 kontainer komoditi hasil kehutanan di ekspor ke Cina. Sebanyak 100 kontainer ini sediri langsung dilepas oleh Gubernur Papua, Lukas Embe, Senin (10/4/2017).

Dalam sambutanya, Lukas mengapresiasi Pelindo 4 yang telah mampu melakukan direct ekspor langsung dari propinsi Papua ke negara tujuan di Asia, antara lain China, Jepang dan Korea.

“Ekspor langsung dari Papua telah mampu membangkitkan ekonomi Papua dan mendatangkan devisa. Hari ini saja 100 kontainer  mendatangkan lebih dari Rp 20 milyar,” ujar Lukas.

Lukas meminta agar ekspor semakin ditingkatkan, bukan hanya kayu, melainkan komoditi lainnya seperti, perikanan, kopi, cokelat dan lainnya.

Tak hanya itu, ia bahkan menyambut baik rencana Dirut Pelindo IV mendatangkan kapal langsung direct ke Australia serta mencarikan pangsa pasar rumput laut di luar negeri.

“Ini kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua jangan terus miskin,” ucapnya disambut tepuk tangan.

Sementara itu Dirut Pelindo IV, Doso Agung, berjanji akan membantu menyiapkan kapal asing yang bisa ekspor langsung untuk mengangkut komoditi hasil bumi maupun hasil usaha masyarakat Papua.

Menurutnya hal tersebut merupakan bagian  program pemerintah atau BUMN untuk menjamin pasokan dan stabilisasi harga di Timur Indonesia sesuai arahan Presiden Jokowi.

Bahkan kata Doso, pihaknya telah melakukan MoU dengan BUMN, PT Semen Tonasa serta PT Pupuk Kaltim untuk melakukan angkutan langsung semen dan pupuk Makassar – Jayapura.

Dengan angkutan langsung harga semen di Papua akan menurun sebesar 15 %. Sehingga, nantinya selain pasokan terjamin, harga juga lebih terjangkau.

“Akan ada efisiensi angkutan logistik dari dan ke Papua, selain direct ekspor kami telah merintis rute reguler pelayaran baru Makassar – Papua – Makassar, sehingga tidak perlu mutar dulu ke Surabaya,” jelas Doso.

Secara umum, dengan rute baru tersebut angkutan logistik dari dan ke Papua akan mengalami penghematan 40% lebih karena sebelumnya angkutan domestik dari dan menuju Papua harus melalui Semarang dan Surabaya, yang memakan waktu 4 – 5 hari lebih lama dibanding dengan angkutan langsung ke Papua yang dirintisnya saat ini.

Pada pelepasan ekspor langsung (direct export) kali ini, dirangkaikan pula dengan kegiatan ground breaking perpanjangan pembangunan dermaga di Pelabuhan Jayapura dalam rangka peningkatan kapasitas sandar kapal di pelabuhan tersebut.