Pangkalan Udara Suriah Mulai Beroperasi Pasca Serangan Rudal AS

Editor : Endhy

Online24, Damaskus – Pesawat-pesawat tempur Suriah kembali terbang dari pangkalan udara Shayrat, usai diserang puluhan rudal Tomahawk dari Amerika Serikat (AS). Barazi berkomentar beberapa jam setelah pemerintah Suriah mengatakan serangan rudal AS ke pangkalan udara ini menimbulkan kerusakan yang cukup besar.

“Pangkalan udara kini sudah beroperasi kembali. Ini tahap pertama,” kata Gubernur Provinsi Homs, Talal Barazi, (Senin 10/4/2017).

Pentagon pun meminta pertanyaan tentang kondisi pangkalan udara Shayrat diajukan kepada pemerintah Suriah.

Intervensi mengejutkan Trump di Suriah dilakukan di hari ke-77 di masa kepemimpinannya sebagai presiden dilakukan dalam bentuk serangan udara dari dua kapal perang AS di Laut Mediterania ke pangkalan udara Shayrat di Suriah pada Jumat 7 April 2017.

Pangkalan udara itu digempur karena intelijen AS mengindikasikan dari sanalah Suriah mengoperasikan serangan kimia yang menewaskan 86 orang di kota Khan Sheikhun, provinsi Idlib, pada Selasa 4 April 2017.

Namun, serangan rudal AS ini ternyata memakan korban, yaitu empat orang anak-anak. Rudal tersebut menyerang pada Jumat 7 April 2017, pukul 03.45 pagi waktu Suriah. Sebagian besar target dihadapkan pada landasan pacu, hangar, menara pengawas dan tempat penyimpanan amunisi.

Organisasi pemantau, Syrian Observatory for Human Rights sebelumnya mengatakan pesawat-pesawat tempur Suriah mampu lepas landas dari pangkalan tersebut dan menghantam sasaran pemberontak di bagian timur provinsi Homs.

Serangan pada Sabtu kemarin yang menewaskan 18 warga sipil di Sheikhoun mungkin dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia yang mendukung operasi militer Suriah tahun lalu.