Duterte Tingkatkan Penjagaan di Kepulauan Spratly Laut China Selatan

Editor : Endhy

Online24, Manila – Presiden Rodrigo Duterte dikabarkan tengah memerintahkan pasukan untuk meningkatkan keamanan di wilayah yang diklaim milik Filipina di Laut China Selatan demi menjaga keseimbangan geopolitik.

Selain itu, Duterte juga tengah mengerahkan militer untuk memastikan Tiongkok tidak menaruh senjata-senjata ofensif di wilayah Filipina.

Pada hari ini, Pada Senin (10/4/2017), Duterte menginginkan perdamaian dan persahabatan dengan Tiongkok. Namun ia juga ingin memperkuat wilayah wilayah milik Filipina yang ada di Kepulauan Spratly.

Sejumlah pejabat militer dan pertahanan Filipina mengatakan pada Jumat pekan lalu bahwa pihaknya akan meningkatkan fasilitas-fasilitas yang sudah ada di Kepulauan Spratly tanpa memperluasnya ke wilayah lain.

Duterte bahkan menegaskan bahwa langkah yang ia lakukan ini hanya penguatan wilayah Filipina, bukan peningkatan jumlah personel militer di Laut China Selatan.

Pernyataan itu diungkapkan satu hari setelah Duterte menjadi sorotan usai mengaku telah memerintahkan militer menduduki pulau-pulau dan beting tak berpenghuni di Laut China Selatan.

Sementara, Perdana Menteri Li Keqiang menegaskan, Tiongkok tidak memiliterisasi Laut China Selatan meski dirinya mengakui perangkat pertahanan di beberapa pulau di perairan tersebut dipasang untuk menjaga kebebasan bernavigasi.

Tiongkok telah memicu kritik internasional atas pembangunan berskala besar di Laut China Selatan. Beijing bahkan mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, merupakan jalur perdagangan dengan nilai bisnis sekitar USD5 triliun per tahun.