21 DPC Hipmi Sulsel Keluarkan Mosi Tidak Percaya Kepada Herman Heizer

Editor : Fahmi
Sejumlah perwakilan BPC Hipmi memberikan keterangan pers saat konferensi pers di Hotel d'Maleo, Jalan Pelita Raya, Makassar, Sabtu (15/4/2017). Sebanyak 21 perwakilan BPC se-Sulsel Menyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Ketua Umum BPD Hipmi Sulsel, Herman Heizer.

Online24, Makassar – Kepemimpinan Herman Heizer di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel kini sepertinya sudah berada di ujung tanduk. Hingga kini, sudah 21 DPC Hipmi Sulsel yang mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Ketua BPD Hipmi Sulsel ini.

Pada rapat konsolidasi kedua, Ketua BPC Hipmi Takalar, Nawir Sita menjelaskan bahwa 21 DPC Hipmi tersebut sepakat untuk menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Untuk itu, pihaknya kini tengah melakukan mengumpulkan persyaratan agar hal tersebut bisa terwujud.

“Kami sudah tidak bersama lagi dengan Ketua Hipmi Sulsel hari ini. Kita mau ini selesai dengan musyawarah daerah luar biasa dan tidak ada alasan kita tidak lakukan,” ujar Nawir di Hotel Maleo, Jalan Pelita Raya, Makassar (15/4/2017).

Lanjutnya, langkah tersebut ditempuh lantaran HH sapaan Herman Heizer telah melakukan pelanggaran Pasal 23 Ayat 3 AD/ART Hipmi Sulsel tentang syarat khusus untuk perekrutan fungsionaris di BPD Hipmi.

Pihaknya menyayangkan Herman Heizer yang tidak merangkul semua BPC Hipmi se-Sulsel setelah ia resmi terpilih menahkodai BPD Hipmi Sulsel periode 2016-2019 pada pertengahan Desember 2016 lalu.

“Pasca musda itu, ada jahitan yang dia tidak jahit kembali. Tidak ada sama sekali konsolidasi dengan seluruh BPC Hipmi setelah dia terpilih dan tidak ada upaya untuk melakukan hal itu,”

Bahkan, 21 DPC Hipmi se-Sulsel ini akan mengajukan mosi tidak percaya kepada HH ke BPP Hipmi pada Selasa (18/4/2017) mendatang.

“Kami sudah memenuhi persyaratan 2/3 dari DPC yang ada untuk menggelar Musdalub. Itu kita sudah dapat dan akan kita ajukan dan akan ada tim peninjau dari BPP Hipmi. Tidak ada lagi kompromi dan mediasi mulai malam ini,” tutupnya.