DP Diminta Sediakan Taman Bermain Agar Anak Tidak Terkontaminasi Konten Porno

Reporter :
Editor : Fahmi

Online24, Makassar – Setelah berhasil terlaksana di Jailolo, Bangka Belitung, Bandung 2016 lalu, Jelajah 3ENDS menyambangi Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Program unggulan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini dilaksanakan pada 21 – 23 April 2017.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, mengatakan 3ENDS merupakan program unggulan pihaknya yang memiliki fokus pada 3 hal, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan.

“Ide ini muncul setelah saya keliling di Indonesia dan menemukan bahwa ada masalah serius yang kita hadapi yang saya fokuskan pada tiga hal ini. 3ENDS ini artinya, tiga hal teraebut yang kita harus akhiri,” ungkap Yohana saat jumpa pers di Baruga Aging Mammiri, Jalan Penghibur, Makassar, Sabtu (22/4/2017) malam.

Yohana menitikberatkan program 3ENDS di Makassar pada perlindungan dan hak-hak anak-anak. Menurutnya, apabila diberikan dorongan dengan menyediakan sarana dan prasarana, masa depan penerus bangsa yang saat ini sudah terkontaminasi dengan teknologi dan konten-konten porno bisa diselamatkan.

“Saat ini, anak-anak mendapat perhatian global. Waktu saya ke Abu Dhabi, Presiden Uni Emirat Arab menyatakan, ‘time is very short’ untuk menyiapkan anak-anak kita. Anak-anak saat ini terganggu dengan perkembangan teknologi seperti dengan mudahnya mereka mengakses gambar porno dan sebagainya,” tuturnya.

Olehnya itu, ia meminta kepada Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto untuk fokus memerhatikan ketersediaan sarana dan prasarana kepada anak-anak seperti taman bermain.

“Kita harus fokus jangan ke perempuan, ke anak-anak dulu. Pak Wali, tolong sediakan sarana dan prasarana tempat main anak-anak agar mereka tidak diberi kesempatan banyak main HP dan internet. Lama-lama mereka tergantung dengan internet, baik di sekolah maupun di kampus mereka cuman main kopi saja. Hasil berbagai penelitian, ini akan melemahkan brain mereka,” pintanya.

Selain itu, kata dia, bahaya lain dari penggunaan handphone adalah radiasi yang dihasilkan. Ia mencontohkan negara tetangga Australia yang saat ini sudah pelan-pelan beralih kembali menggunakan telepon rumah dan mengurangi menggunakan handphone.

“Australia kembali pake telefon rumah. Orang bule, mereka lebih banyak berhubungan melalui pesan e-mail. Banyak penelitian yang menunjukkan dampak buruk menggunakan handphone. Penelitian di Australia, menunjukkan penggunaan handphone membuat mereka ketika tua ingatannya cepat menurun ketimbang yang tidak menggunakan handphone. Jangan kita biarkan anak-anak kita yang kena, itu beberapa hal yg harus kita antisipasi,” tegasnya.

Dilihak lain, Walikota Danny Pomanto mengakui persoalan anak-anak di kotanya kian hari semakin berkembang masif dan permasalahannya semakin komplek. Ia pun siap menerima program KPPPA agar persoalan tersebut bisa teratasi.

“Bulan lalu saya diundang Polrestabes terkait penangkapan pengedar narkoba dimana umurnya masih 10 -14 tahun. Mereka masih SD dan SMP, ini fenomena luar biasa. Tidak ada jalan lain kita harus melindungi anak-anak kita. Kalau Ibu Menteri bingung mau menerapkan hal baru, Makassar selalu siap,” katanya.

 

 

[fbcomments]