Ini 11 TKP Basri Selama Sebulan Beraksi

Editor : Fahmi
Jenazah Basri, residivis pelaku begal
Jenazah Basri, residivis pelaku begal

Online24, Makassar – Basri Bin Lewa (32), sepertinya tidak jera keluar masuk lembaga permasyarakatan (lapas) atas kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dan pembegalan secara sadis di wilayah hukum Polrestabes Makassar.

Basri tercatat telah masuk jeruji besi sejak tahun 2010 lalu, ia menjalani masa tahanan selama dua tahun lebih. Ditahun 2013, Basri kembali diciduk polisi diwilayah Polsek Makassar, dan ditahan selama tiga tahun lebih.

Basri dinyatakan bebas akhir Januari 2017 lalu, dan kembali beraksi sebagai pelaku curanmor bergabung dengan komplotan curanmor Kahar, yang terlibat adu tembak dengan Timsus Polda Sulsel, di wilayah Kabupaten Takalar pertengahan Februari 2017 lalu.

Awal karir Basri, usai bebas beberapa bulan lalu dengan melakukan pencurian sepeda motor merk Honda Beat berwarna putih di Jalan Baji Rupa, Makassar, Maret 2017 lalu. Di bulan yang sama, pelaku juga beraksi di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya disamping MTos, dan berhasil mengambil sepeda motor Mio GT warna hitam.

Dibulan April, pelaku beraksi sebanyak sembilan kali. 8 April 2017, pelaku beraksi di Jalan Arief Rate depan Taman Macan, Makassar, dan berhasil mengambil sepeda motor Xride warna putih. 13 April 2017, pelaku berhasil mengambil sepeda motor Mio GT warna Merah Hitam di Jalan Bulogading Makassar.

Dua hari kemudian, tepatnya 15 April 2017, pelaku beraksi di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), dan berhasil mengambil sepeda motor merk Smash warna biru. 19 April 2017, pelaku mengambil sepeda motor merk Mio.

Masih di bulan yang sama, pelaku juga pernah mengambil sepeda motor merk Mio J di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampus Unhas Makassar. Honda Beat warna biru, didalam Kampus Unhas Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan. Mio M3 di Jembatan Samping MTos. Honda Revo berwarna putih, di Kampus Unhas Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Honda Beat biru di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Namun naas, pelaku saat ini tidak bisa melanjutkan karirnya lantaran ditembak Timsus Polda Sulsel di wilayah Samata, Kabupaten Gowa, saat dilakukan pengembangan usai pelaku ditangkap di Persimpangam Bandara Internasional Sultan Hadanuddin, Makassar.

Tewasnya Basri, karena melakukan penyerangan terhadap anggota polisi menggunakan anak panah (busur) sehingga mengenai salah satu anggota Timsus berinisial Bripka SM. Beruntung rompi yang dikenakan SM, berhasil menyelamatkan nyawa SM sehingga tidak tembus anak panah.

[fbcomments]