Serangan Militer Filipina Terhadap Militan Maute Tewaskan 3 WNI

Editor : Endhy

Online24, Manila – Serangan yang dilakukan oleh militer Filipina terhadap kelompok militan Maute di Provinsi Lanao del Sur, diduga ikut menewaskan Tiga orang warga negara Indonesia.

“Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) mengklaim telah berhasil menewaskan 37 ekstremis dalam sebuah serangan gabungan terhadap kelompok Maute. Mereka juga mengklaim bahwa ada tiga WNI yang tewas,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, Rabu (26/04/2017).

Untuk memperoleh kebenaran informasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila telah meminta konfirmasi, namun hingga saat ini, pihak AFP belum bisa memberikan konfirmasi.

“Pihak AFP menginfokan bahwa baru akan dilakukan test DNA terhadap orang tersebut namun hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan,” ujar Iqbal.

KJRI Davao juga memperoleh informasi dari otoritas setempat mengenai ditemukannya paspor a.n MIS. Hingga saat ini AFP belum bisa memberikan konfirmasi apakah paspor itu terkait dengan 36 orang yang tewas serta dimana persisnya paspor tersebut ditemukan.

Informasi yang beredar bahwa, militer Filipina mengklaim telah menewaskan 36 militan ekstremis ISIS, termasuk diantaranya tiga orang warga negara Indonesia dan satu orang warga Malaysia, dalam sebuah serangan darat dan udara.

Saat melakukan penyerangan, militer menggunakan jet FA-50, helikopter tempur, pesawat pembom dan artileri, menyerang dan akhirnya menangkap kamp Maute yang luasnya mencakup tiga sampai empat hektar.

Dalam penggerebekan, ditemukan bendera hitam milik ISIS bersama dengan laptop, alat ledak, granat, kamera, dan ponsel yang digunakan untuk membuat video perekrutan.