Dubes Iran: Serangan Rudal AS ke Suriah Untungkan Teroris

Editor : Endhy

Online24, Jakarta – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi menyebut bahwa serangan rudal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) ke Suriah pada bulan Maret lalu memberikan keuntungan kepada kelompok teroris yang beroperasi di negara tersebut.

“Serangan Tomahawk justru menguntungkan kelompok teroris dan oposisi. AS menembakkan tomahawk dengan alasan serangan kimia di Idlib, faktanya sampai sekarang tidak ada bukti yang menunjukan pemerintah Suriah yang melakukan itu,” kata Mohammadi pada Rabu (26/4/2017).

Amerika Serikat setidaknya telah menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk di sebuah pangkalan udara pemerintah Suriah pada tanggal 6 April 2017 lalu.

Hal serupa juga disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin. Dia menyatakan bahwa serangan tersebut telah melemahkan upaya pemerintah Suriah dalam melawan terorisme.

Terkait dengan serangan senjata kimia di Idlib, Galuzin mengatakan dia setuju dengan apa yang disampaikan oleh Mohammadi. Menurutnya, hingga kini, belum ada bukti yang menunjukan bahwa pemerintah Suriah sebagai dalangnya. Dia kemudian mengusulkan untuk mengadakan penyelidikan menyeluruh dan adil atas serangan tersebut.

“Tidak ada konsistensi dalam kebijakan AS. Mereka menyatakan pesawat berisi bahan kimia berangkat dari pangkalan udara Shayrat. Lantas, kenapa pangkalan udara itu dihancurkan,” tutur Galuzin.

“Dengan adanya serangan itu, bukti soal serangan kimia, jika memang ada, saat kemungkinan besar sudah hilang. Itu sangat aneh, kontradiktif. Sekali lagi, tidak ada bukti serangan di Idlib yang dilakukan oleh pemerintah suriah,” ucapnya.