Citizen Reporter: Balatmas Makassar Latih 80 Kader Desa

Editor : ifan Ahmad
Suasana pelatihan
Suasana pelatihan

Online24, Makassar – Sebanyak 80 (delapan puluh) orang kader desa dari berbagai kabupaten se-Sulawesi selatan mengikuti pelatihan selama hampir sepekan di Balai Pelatihan Masyarakat (Balatmas) Makassar, Selasa-Sabtu (25/29/4/2017). Kegiatan bertajuk “Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa” atau KPMD ini terdiri dari angkatan XII dan XII yang dibuka secara langsung oleh Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Sentot Irawan D, M.Si, didampingi Kepala Balatmas Makassar, H. Umar Semmana.

Dalam sambutannya, Sekretaris BPMPDK Sulsel mengatakan, kader desa memegang peran penting dalam program desa membangun. “Kader Desa adalah “Orang Kunci“ yang mengorganisir dan memimpin rakyat desa bergerak menuju pencapaian cita-cita bersama, sehingga kader desaharus terlibat aktif dalam proses belajar sosial yang dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat desa,” ujarnya.

Dalam kegiatan selama 5 (lima) hari ini peserta dibekali sejumlah materi, antara lain dinamika kelompok, kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, peran KPMD, kepemimpinan, komunikasi dan fasilitasi pemberdayaan masyarakat, membangun tim kerja di desa, menyusun peratuan desa dan manajemen pemberdayaan masyrakat desa. Tim
pemandu berasal dari kantor pemberdayaan masyarakat desa, dekopiwil dan lembaga manajemen trio pabeta Indonesia.

Pemandu pelatihan, Salman sahmad, mengatakan KPMD merupakan pendamping  desa yang  dipilih dari warga desa setempat, untuk bekerja mendampingi beragam kegiatan di desanya secara mandiri. Secara umum, KPMD bertugas untuk menumbuhkan dan mengembangkan, serta menggerakkan prakarsa, partisipasi, dan swadaya gotong royong.

“Desa memiliki banyak potensi untuk bisa berkembang dengan baik. Kader desa berperan antara lain supaya potensi desa baik Sumber Daya Alam, Sumber daya manusia maupun sumber dana dapat dikelola dengan baik melalui gerakan ekonomi kerakyatan,” tambahnya. (*)

Bahrul ulum
Melaporkan dari Makassar