NH – Azis Qahar di Pilgub, Paket Nasionalis Religius

Editor : Fahmi
Nurdin Halid dan Azis Qahar
Nurdin Halid dan Azis Qahar

Online24, Makassar – Peta kandidat di Pilkada Gubernur Sulsel 2018 mulai terbaca. Hal ini setelah Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid, secara resmi menyatakan sikap memilih Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar sebagai pendampingnya untuk bertarung di pemilihan Gubernur (PilGub) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2018 mendatang di mesjid Ar Ridha, Pulau Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Sabtu (29/04/2017) kemarin.

Acara di pulau yang menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Makassar ini seolah menjadi peresmian pasangan. Nurdin Halid memimpin rombongan Golkar. Sementara Aziz Qahhar juga membawa pendukungnya untuk hadir. Keduanya pun menyampaikan alasan-alasannya untuk berpasangan dan sama-sama berjuang di Pilgub 2018.

Uniknya, peresmian pasangan ini juga punya makna tersendiri bagi NH. Betapa tidak, mereka disatukan dalam acara yang bertepatan dengan hari pernikahan Nurdin Halid dengan istrinya, Andi Nurbani. NH mengaku ia sengaja memilih moment itu, karena menurutnya hari ulang tahun pernikahannya merupakan hari yang sakral baginya, serta hari yang membahagiakan bagi dia.

Di depan ribuan jemaah yang memadati masjid, Nurdin membeberkan bahwa dirinya berpaket dengan Aziz tanpa ada kontrak politik. “Tidak ada kontrak politik. Yang ada hanyalah komitmen untuk sama-sama membangun Sulsel. Tidak ada satu keputusan gubernur Sulsel nantinya, tanpa diketahui Wakil gubernur,” ujarnya.

Aziz Qahhar juga angkat bicara. Ia mengatakan, dirinya siap mendampingi NH untuk menyatukan dua symbol dari dua perspektif. Yakni nasionalisme dan Islamisme.

“Pak Nurdin Halid mewakili kelompok nasionalis. Seperti diketahui, Golkar menjadi patron semangat nasionalis terbesar di negeri ini. Dan saya mewakili kaum Agamais, yang mana pada zaman dahulu orang menyebutnya kaum sarungan,” tutur anggota DPD RI ini.