Donald Trump Puji Kim Jong-un Orang yang Sangat Pintar

Editor : Endhy

Online24, Washington DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa tidak akan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer terhadap Korea Utara. Hal ini disampaikan hanya beberapa jam setelah Pyongyang kembali melakukan uji coba rudal.

Saat diwawancarai, Trump tidak menganggap peluncuran rudal Korea Utara sebagai sesuatu yang penting. Akan tetapi, ketika ditanya oleh John Dickerson, apakah Trump akan mempertimbangkan tindakan militer untuk menanggapi uji coba nuklir lainnya, suami Melania itu menjawab, “Saya tidak tahu, maksud saya, lihat saja nanti.”

Meski demikian, Trump memuji Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

“Orang bilang, Apakah ia waras? Saya tidak tahu,” ujar Trump, sebelum menyebut bahwa Kim Jong-un meraih kekuasaan dalam usia muda.

“Jadi jelas, ia adalah orang yang sangat pintar. Namun kita berada pada situasi yang tidak dapat kita biarkan. Kita tidak bisa membiarkan apa yang telah berlangsung selama bertahun-tahun terus berlanjut,” ” kata Trump.

Sewaktu ditanya apa pesannya terhadap Korea Utara, Donald Trump mengatakan kepada awak media, “Anda akan segera tahu.”

Juru Bicara US Pacific Command, Komandan Dave Benham menyatakan, rudal yang diluncurkan Korea Utara pada 29 April lalu meledak di wilayah Korea Utara.

Senin (1/5/2017), Trump menyebut peluncuran rudal itu sebagai bentuk penghinaan langsung bagi China, yakni negara satu-satunya yang menjadi sekutu Korea Utara. Amerika Serikat juga melihat Tiongkok sebagai sebuah negara yang potensial untuk menghentikan program nuklir Pyongyang.

“Korea Utara tidak menghormati keinginan China dan Presidennya ketika meluncurkan rudal, meski tak berhasil,” tulis Trump dalam Twitter miliknya.

Pyongyang menunjukkan ambisi militernya itu, hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, berbicara dalam sebuah pertemuan khusus di PBB dan meminta untuk meningkatkan tekanan terhadap Korea Utara.

“Semua pilihan untuk menanggapi provokasi di masa depan harus tetap berada di atas meja,” kata Tillerson.

“Pengaruh atau kekuatan diplomatik dan finansial akan didukung untuk melawan agresi Korea Utara dengan tindakan militer, jika diperlukan,” sambungnya.

Uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara tersebut mendapat juga mendapat kecaman dari pemimpin Jepang dan Korea Selatan.