AS dan Australia Tak Akan Tolerir Ancaman Korut

Editor : Endhy

Online24, Canberra – Senin (1/5/2017), Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, memanfaatkan peringatan pertempuran Perang Dunia II, dengan menyatakan bahwa Australia dan Amerika Serikat (AS) tidak akan mentolerir ancaman yang sembarangan dan berbahaya dari Korea Utara terhadap perdamaian regional.

Perdana Menteri Australia, berbicara dalam upacara di kota Townsville saat warga Australia dan Amerika berkumpul untuk mengenang Pertempuran Laut Coral yang pecah pada tanggal 4-8 Mei 1942 di perairan sekitar 800 kilometer jauhnya.

Saat itu, kapal-kapal induk milik Amerika Serikat yang didukung kapal-kapal Australia menghentikan upaya invasi angkatan laut Jepang terhadap ibukota Papua Nugini, Port Moresby, yang mengancam putusnya komunikasi antara Amerika Serikat dan Australia apabila invasi Jepang itu berhasil.

“Kini Australia dan AS terus bekerja sama dengan para sekutu untuk mengatasi ancaman keamanan baru di seluruh dunia,” tutur Turnbull.

Turnbull akan melakukan pertemuan perdana bersama Presiden Donald Trump hari Kamis di New York, di atas kapal induk Perang Dunia II USS Intrepid, untuk memperingati 75 tahun dimulainya pertempuran, di mana sebuah kapal induk Amerika Serikat tenggelam dan sebuah kapal induk Amerika Serikat lainnya plus dua kapal induk Jepang hancur.

Dalam wawancara pada Minggu (30/4/2017), Donald Trump menyatakan bahwa Korea Utara pada akhirnya akan mengembangkan rudal-rudal yang lebih canggih, dan kita tidak boleh membiarkannya.