Akibat Penyegelan, Siswa SD Pajjaiang Terancam Tidak Ikut UN

Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Ditengah euforia siswa SMA/SMK merayakan kelulusannya, pemandangan menyedihkan justru terlihat diraut wajah ribuan murid Sekolah Dasar (SD) di Sudiang, Kamis (4/5/2017).

Kesedihan siswa ini, lantaran tiga sekolah dalam satu kompleks di Jalan Pajjaiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar, disegel alhi waris lahan yaitu Hj Bajida Bin Coi. Ketiganya yaitu SD Inpres Pajjaiang, SD Negeri Pajjaiang, dan SD Inpres Sudiang.

Ahli waris tersebut, memasang spanduk tepat di depan pintu gerbang sekolah menuntut agar pemerintah membayar biaya ganti rugi terhadap pembangunan sekolah diatas lahan seluas 80 are.

Akibat penyegelan tersebut, sebanyak 1500 murid dari tiga sekolah terancam tidak bisa mengikuti aktivitas belajar mengajar seperti hari-hari sebelumnya.

Sementara itu, Kepala SD Inpres Sudiang Hj Intang, mengaku prihatin dengan kenyataan yang harus dihadapi anak didiknya. Pasalnya, dalam waktu dekat murid kelas VI SD akan mengikuti Ujian Nasional

“Kita berharap setelah begosiasi ada solusi yang muncul, semoga bisa sebentar, karena kasihan kita punya murid harus belajar di luar sekolah. Mudah-mudahan bisa segera dibuka, karena kalau tidak ada penundaan tanggal 15 Mei akan datang murid kelas VI mau UN,” kata Hj Intang.

Pihaknya pun mengaku tidak banyak mengetahui perkara lahan tersebut.

“Saya tidak tahu soal masalah ini, saya kan baeu sekitar satu tahun jadi kepala sekolah, tapi dari informasi yang saya dapat sebagian katanya sudah di wakafkan. Nama ahli waris saja saya baru tahu setelah spanduk penyegelan itu muncul didepan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Kecamatan Biringkanayya Masdir mengatakan, untuk penyelesaian masalah tersebut, pihaknya sudah melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak ahli waris dan pihak Kecamatan, untuk diteruskan ke tingkat dewan.

“Tadi kita sudah tindak lanjuti untuk masalah ini diteruskan di tingkat DPRD Kota Makassar. Kita berharap semoga besok murid kita sudah bisa masuk sekolah lagi,” tutur Masdir.

[fbcomments]