Jokowi Ingin Rumah Layak Huni Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Diperbanyak

Editor : Endhy
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, mengunjungi proyek pembangunan Rusunami di kawasan Tangerang Selatan, Kamis, (4/5/2017).
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, mengunjungi proyek pembangunan Rusunami di kawasan Tangerang Selatan, Kamis, (4/5/2017).

Online24, Jakarta – Program sejuta rumah yang digagas pemerintah terus diupayakan. Setelah beberapa waktu sebelumnya Presiden Joko Widodo meresmikan sendiri proyek pembangunan Rusunami di kawasan Tangerang Selatan, Kamis, (4/5/2017). Selain itu, Jokowi juga meresmikan pembangunan hunian lainnya.

Pembangunan hunian layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diresmikan kali ini berada di Cikarang, Jawa Barat. Hunian berupa rumah tapak tersebut tepatnya terletak di Villa Kencana Cikarang, Jalan Raya Pulo Sirih, Sukakarya, Kabupaten Bekasi.

Sebanyak 8.749 unit rumah akan disiapkan pada proyek pembangunan tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.734 unit telah diselesaikan dan sebanyak 3.600 unit telah dilakukan akad jual beli.

“Saya senang sekali. Jadi pembangunan rumah sederhana untuk rakyat seperti yang ada di Villa Kencana Cikarang ini sudah dibangun 4.734 unit. Akan dibangun lagi 4.015 unit dan yang sudah akad 3.600 unit. Tipe rumahnya 25/60. Harganya Rp 112-141 juta,” ujar Presiden.

Presiden sempat berdialog dengan beberapa pembeli hunian tersebut. Ia ingin mendengar langsung dari masyarakat apakah harga yang ditawarkan pemerintah beserta cicilannya itu masih dirasakan membebani masyarakat.

“Harganya Rp 112-141 juta, ini mahal tidak?” tanya Presiden.

Uus Kusnadi, seorang pembeli yang ditanyakan langsung oleh Presiden, menyatakan kesanggupannya untuk membeli hunian dengan harga yang ditawarkan tersebut. Ia juga mengaku sanggup untuk membayarkan cicilan sebesar Rp 750-900 ribu yang telah ditetapkan.

“Insya Allah, Pak. Pasti,” jawab Uus.

Kesanggupan yang sama juga dinyatakan oleh pembeli lainnya yang mengaku berpenghasilan sekitar Rp 3,5 juta per bulannya.

“Pendapatan saya Rp 3,5 juta per bulan. Untuk bayar angsuran rumah Rp 700 ribu. Itu masih ada sisa buat yang lain-lainnya nanti,” kata Eep.

Kemudian, agar lebih membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian terjangkau tersebut, pemerintah juga memberikan bantuan uang muka dan administrasi sebesar Rp4 juta. Sementara untuk pembayaran di muka ditetapkan sebesar 1 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara sempat menceritakan soal pengalamannya dahulu ketika mengontrak rumah. Presiden menjelaskan bahwa rumah yang dikontraknya dulu serupa dengan tipe yang ditawarkan di Villa Kencana Cikarang ini.

“Dulu saat saya mengontrak rumah, kamarnya juga ada dua. Sama dengan yang ini. Tipe 25 besar, ada dua kamar dan satu kamar mandi. Saya dulu sembilan tahun mengontrak baru bisa beli rumah. Jadi Alhamdulillah kalau ini bisa dicicil dengan baik. Kalau boleh saya beli satu, Pak Dirut?” canda Presiden.