Tuntut Ahok Dihukum Berat, Oesman Sapta Nilai Aksi 505 Itu Sah

Editor : Endhy
Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang memberikan sambuta saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di gedung LAN, Makassar, Jumat (5/5/2017).
Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang memberikan sambuta saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di gedung LAN, Makassar, Jumat (5/5/2017).

Online24, Makassar – Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga saat ini masih terus bergulir. Pasalnya, setelah aksi 411 dan aksi 212 yang dilakukan beberapa bulan lalu, ribuan umat muslim kembali melakukan aksi 505.

Dalam aksi 505, ribuan umat muslim secara serentak kembali turun ke jalan menuntut agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman berat terhadap Ahok, terdakwa perkara dugaan penistaan agama, Jumat (5/5/2017).

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Oesman Sapta, mengatakan itu sah-sah saja.

“Ada aksi selalu ada reaksi dan itu sah-sah saja. Saat ini adalah era demokrasi, dan mereka bisa melakukan aksi selama bisa menjaga kepentingan Negara secara utuh,” kata Oesman, saat ditemui di Gedung LAN, di Jalan Baruga Antang, Makassar.

Meski demikian, Oesman menyebut dalam aksi 505, massa harus berjalan sesuai dengan koridor yang ada, yaitu tetap menjaga mertabat kebangsaan, mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, serta mampu menjaga keutuhan bangsa.

“Aparat keamanan harus tegas dalam menjaga keamanan dan keutuhan bangsa ini, dan saya kira mereka sudah bekerja keras untuk itu,” tutupnya.