Daeng Uki, Soal Persahabatan dengan Bonek Mania Hingga Bercerai Dua Kali

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Direntang tahun 1990 hingga 2011, kelompok suporter PSM Makassar dan Bonek Mania, suporter fanatik Persebaya Surabaya terlibat perseteruan panjang. Saat kedua tim berhadapan baik kandang maupun tandang mulai era Perserikatan hingga Liga Indonesia, mereka tak jarang saling teror meneror yang menyebabkan jatuhnya korban.

Daeng Uki, suporter senior PSM Makassar masih ingat betul masa-masa tersebut. Ditemui di Bengkel Suporter LAJ, Jalan Beruang, Makassar, Senin (8/4/2017), pria bernama lengkap Uki Nugraha ini menceritakan kisahnya yang memilih berdamai pada tahun 2011 dengan Bonek Mania.

Dedengkot kelompok suporter PSM Laskar Ayam Jantan (LAJ) ini mengaku, mendapat banyak cibiran atas sikapnya pada waktu itu menjalin persahabatan dengan Bonek. Bahkan, ia saat itu memilih tinggal di Surabaya saat PSM Makassar memutuskan berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI) tahun 2011, dan menjadikan Stadion Bung Tomo sebagai kandangnya.

“Waktu itu, saya berprinsip untuk tidak berfikir egoisme, kita berpikir tentang tim kita. Coba bayangkan ketika kita masih bermusuhan dengan Bonek di LPI. Saya nonton di Bung Tomo hanya tiga orang memakai baju PSM tapi tidak terjadi apa-apa dengan Bonek. Mereka malah turut meneriakkan ewako dengan logat kental Jawanya,” cerita duda berusia 44 tahun ini.

Pria yang khas dengan rambut mohak ini tinggal di Surabaya Barat tak jauh dari Stadion Bung Tomo. Karena pilihannya menetap semusim di Surabaya, membuat ia diceraikan istri pertama yang telah mengarunianya dua anak termasuk calon penerusnya, Jayalah PSM Reski Ilahi.

“Saya diceraikan istri pertamaku karena kecintaan saya dengan PSM, saya memilih tinggal di sana karena homebase PSM di Surabaya waktu itu. Tapi sebagai suami, saya tidak melupakan tanggung jawab saya. Waktu itu, saya tinggalkan usaha yang cukup untuk menghidupi mereka. Tapi sepulang dari Surabaya, saya langsung diberi surat cerai dari pengadilan agama,” tuturnya.

Dipernikahan keduanya, September 2016 lalu dengan mempersunting Nur Indah Sari, rumah tangganya kembali kandas di tengah jalan. Baru berjalan seminggu, kedua pasangan ini memilih berpisah.

“Mantan istri kedua saya tidak bisa mengimbangi kecintaan saya terhadap PSM. Dari pada dia tersiksa jadi kami memutuskan untuk bercerai. Saya sudah menghibahkan diri saya untuk PSM. Terus terang lebih baik saya pilih anak-anakku di LAJ dan kecintaan saya terhadap PSM,” lanjutnya.

“Saya tidak pernah menyesali pilihan hidup saya ini. Saya ikhlas lahir batin. Prinsip saya loyalitas bukan popularitas, saya tidak mau orang tahu kehidupan saya.,” tutup Daeng Uki.

Sekedar diketahui, kelompok suporter LAJ yang dikomandoi Daeng Uki baru saja merayakan hari jadinya ayang ke-7 tahun. LAJ yang selalu memerahkan tribun utara Stadion Mattoanging ini lahir pada 7 Mei 2010 dan kini telah memiliki 43 koordinator wilayah (korwil), dengan jumlah anggota sekitar 4 ribuan orang lebih.