Banggar DPRD Bantah Jika Smart Petepete Tidak Dianggarkan di APBD

Reporter :
Editor : Fahmi
Prototype Pete-Pete Smart resmi diperkenalkan kepada masyarakat Makassar, Senin (12/12/2016) lalu.
Prototype Pete-Pete Smart resmi diperkenalkan kepada masyarakat Makassar, Senin (12/12/2016) lalu.

Online24, Makassar – Jubir Bidang Hukum Pemkot Makassar, Ramzah Tabraman mengatakan smart Petepete tidak ada hubungannya dengan negara, karena tidak memakai uang negara.

”Pete-pete smart itu murni pakai uang pribadi pak Danny, sangat disayangkan dan agak memalukan kalau ada yang mempermasalahkan itu,” tutur Ramzah, dalam Konfrensi Persnya, Jumat (5/5/17) lalu.

Namun, hal yang berbeda diungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi Demokrat, Basdir SE. Ia mengatakan bahwa Petepete Smart telah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah – Perubahan (APBD-P) tahun 2016.

“Saya  sebagai salah satu anggota Badan Anggaran (Banggar) memastikan bahwa anggaran untuk percontohan Smart Pete-pete itu memang dianggarkan di APBD, bahkan dua kali. Di anggaran perubahan itu untuk 5 unit, itu anggarannya 1,350.000.000,- kemudian di anggaran (APBD) pokok 2017 itu dianggarkan lagi Rp 3 Milyar,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/5/2017).

Senada diungkapkan oleh anggota DPRD Kota Makassar yang juga anggota Banggar dari Fraksi Golkar, Rahman Pina.

“Setau saya, itu ada di APBD. Dan ketika dibahas, sempat terjadi perdebatan. Saya termasuk yang menolak. Bahkan dalam setiap pertemuan, saya selalu ingatkan pemerintah kota, bahwa belum ada di Indonesia yang sukses mengembangkan mobil lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rahman Pina mengatakan mobil Esemka saja yang digagas Pak Jokowi, itu sampai sekarang tak berujung.

“Begitu  juga dengan mobil listrik gagasan pak Dahlan Iskan, malah berakhir di kasus hukum,” ungkapnya.

Bahkan Rahman Pina khawatir Smart Petepete ini hanya berakhir di proto type, setelah itu menjadi besi tua. “Tapi mudah mudahan tidak terjadi,” harapnya.

Sebelumnya, pernyataan Jubir Bidang Hukum Pemkot Makassar, Ramzah Tabraman tersebut diungkapkan lantaran adanya kritikan dari salah seorang anggota Dewan Makassar, Supratman dari Fraksi Nasdem terkait pemanfaatan Smart Petepete.

Dimana Walikota Makassar, Danny Pomanto menggunakan Smart Petepete saat mendaftarkan dirinya sebagai Bakal Calon Walikota Makassar di Sekretariat PAN dan Gerindra, Supratman mengatakan jika Smart Petepete seharusnya untuk kepentingan publik bukan untuk pencitraan.