Mengaku Sakit, Jentang Batal Diperiksa di Kasus Penyewaan Lahan Negara

Reporter :
Editor : ifan Ahmad
Gedung Kejati Sulselbar
Gedung Kejati Sulselbar

Online24, Makassar – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel hari ini, Rabu (17/5/2017), kembali melakukan panggilan terhadap Soedirdja Aliman alias Jentang. Jentang dipanggil Kejati hari ini untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan penyewaan lahan milik negara di Kelurahan Buloa, kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin, membenarkan terkait pemanggilan tersebut. Ia mengatakan Jentang mendatangi Kejati sejak pagi tadi.

Salahuddin mengatakan, meski sejak pagi Jentang mendatangai kantor Kejati, penyidik urung memeriksa Jentang.

“Tadi pagi datang, tetapi tim penyidik tidak melakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan ijin sakit,” jelas Salahuddin.

Untuk selanjutnya, Kejati akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap hadap Jentang.

Sekedar diketahui, kasus ini berawal dari kesepakatan penyewaan lahan negara yang digarap Rusdin dan Jayanti kepada PT PP untuk digunakan sebagai jalan masuk proyek Makassar New Port (MNP). Lahan tersebut disewa PT PP dari Rusdin dan Jayanti sebesar Rp 500 juta per tahun. Pada tahun kedua PT PP merasa hal tersebut tidak benar dan melaporkannya kepada Kejati Sulsel.

Diawal kasus tersebut bergulir, Lurah Buloa, Iraman, usai dimintai keterangan di Kejati sempat mengatakan bahwa uang sebesar Rp 500 juta tersebut diterima oleh Soedirjo Aliman atau Jentang.

Menurut Iraman saat itu, “tanah negara yang disewakan tersebut sebenarnya digarap oleh Jentang, jadi secara otomatis uang sewa yang sudah dibayarkan pada tahun 2015 oleh PT PP, masuk ke Jentang. Data yang kami terima juga Rusdin dan Jayanti merupakan pegawai Jen Tang.”

Hingga saat ini, Kejati Sulsel telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya adalah Asisten Satu Pemkot Makassar, Sabri, serta Jayanti dan Rusdin.