Demonstrasi Penolakan Kunjungan Presiden Turki ke AS Berujung Bentrok

Editor : Endhy

Online24, Washington DC – Kunjungan yang dilakukan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ke Amerika Serikat memicu aksi yang berunjung bentrokan. Dilaporkan sembilan orang terluka dalam insiden ini.

Peristiwa ini terjadi di kediaman Duta Besar Turki di Washington. Dalam kejadian tersebut, dua orang dilaporkan ditangkap.

Keributan tersebut berlangsung ketika pengawal Erdogan menyerang para pengunjuk rasa pendukung Partai PYD. Dalam sebuah video menunjukkan seorang pengawal menendang pengunjuk rasa, saat polisi hendak menghentikan mereka.

“Bentrokan terjadi antara kedua kelompok. Dua orang ditangkap, termasuk salah satu yang didakwa menyerang anggota polisi,” kata Juru Bicara Kepolisian Metropolitan Dustin Sternbeck, Rabu (17/5/2017).

Peristiwa ini terjadi ketika Erdogan melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih. Pihak Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menolak mengomentari bentrokan ini.

Sementara itu, Trump dan Erdogan berdiri bersama di Gedung Putih dan berjanji untuk memperkuat hubungan kedua negara, yang sempat memanas. Sebelumnya, Erdogan mendesak Amerika Serikat untuk tidak mempersenjatai milisi Kurdi.

Akan tetapi, dalam pertemuan ini kedua kepala negara mencoba mengubur perbedaan mereka dan memperbarui persekutuan kunci antara NATO dengan Turki. Kedua pemimpin mengeluarkan pujian antara satu sama lain.

“Tentu saja kemenangan Trump membawa kebangkitan harapan baru bagi Turki dan seluruh kawasan. Kami sadar Pemerintah Amerika Serikat yang baru tidak akan membiarkan harapan berujung sia-sia,” ucap Erdogan saat konferensi pers bersama Trump.

Disisi lain, Trump memuji kontribusi Turki kepada dunia Barat. “Kami menghadapi ancaman terorisme dan bersama kami akan memberantas ancaman tersebut,” kata Trump.